Narasumber dan peserta workshop Microlearning. (Dok: FPTI)

Garut, 31 Juli–1 Agustus 2025 — Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Workshop Microlearning Soft Skills bagi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di SMKN 15 Garut. Kegiatan bertema “Dari Sekolah ke Dunia Nyata: Strategi Penguatan Soft Skills dalam Kerangka SDGs” ini diikuti oleh 22 guru produktif dan normatif-adaptif.

Workshop ini menjadi wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, dan didukung pendanaan dari RKAT FPTI UPI. Melalui kegiatan ini, para guru dibekali strategi untuk memperkuat keterampilan nonteknis siswa agar siap menghadapi dunia kerja yang dinamis.

Ketua pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Ana, M.Pd., menjelaskan pentingnya penguasaan transferable skills sebagai modal utama lulusan SMK. “Sebagian besar transferable skills adalah soft skills yang sangat dibutuhkan dunia kerja. Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi),” ujarnya.

Ketua Pelaksana, Prof. Dr. Ana menyampaikan sambutan dan urgensi kegiatan. (Dok: FPTI)

Selama dua hari, para peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber, di antaranya Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si. (Dekan FPTI sekaligus Koordinator UNESCO-UNEVOC Centre Indonesia), Prof. Dr. Ir. Dedi Rohendi, M.T., IPM., dan Dr. Dedy Suryadi, M.Pd.. Mereka membahas arah kebijakan pendidikan vokasi abad ke-21, penguatan future skills bagi generasi Z, serta strategi integrasi soft skills dalam pembelajaran kejuruan.

Narasumber menyampaikan topik Workshop, dari kiri: Dr.Eng Agus Setiawan, Prof. Dr. Ir. Dedi Rohendi, Dr. Dedy Suryadi. (Dok: FPTI)

Selain itu, Dr. Afridha Laily Alindra, S.Pd., M.Si., Fajriani Ulfah Firdaus, M.Pd., dan Vina Dwiyanti, M.Pd. memandu sesi praktik penyusunan modul microlearning berbasis soft skills. Peserta dilatih memetakan kompetensi, menyusun tujuan pembelajaran, serta mendesain evaluasi berbasis rubrik kerja tim, komunikasi, dan tanggung jawab.

Narasumber menyampaikan topik Workshop, dari kiri: Dr. Afridha Laily Alindra, Fajriani Ulfah Firdaus, M.Pd, dan Vina Dwiyanti, M.Pd. (Dok: FPTI)

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Para guru menyatakan bahwa model microlearning sangat relevan untuk diterapkan di kelas karena singkat, fokus, dan efektif dalam membangun karakter siswa.

Melalui workshop ini, FPTI UPI berharap dapat memperkuat jejaring dengan SMK di berbagai daerah serta mendorong penerapan pembelajaran vokasi yang mengintegrasikan keterampilan teknis dan soft skills guna mencetak lulusan yang adaptif dan berdaya saing global.

Kontributor: M.O.R