
Bandung, UPI — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) menggandeng kelompok perempuan di Desa Mekarmanik, Kabupaten Bandung, untuk mengembangkan inovasi produk ramah lingkungan berbasis tanaman pinus. Kegiatan yang berlangsung sepanjang September 2025 ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Program ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa UPI yang terdiri atas Deni Komarudin (Ketua Tim), Elin Siti Nurjanah, Nu’ma Zhilal Azizah, Putri Abrilyati Azizah, dan Sulthan Khairuddin Rahman, dengan bimbingan Dias Pratami Putri, S.Pd., M.Si. sebagai dosen pendamping. Melalui program ini, UPI berperan aktif mendorong mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus ke dalam pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan difokuskan pada peningkatan peran perempuan dalam mengelola potensi sumber daya lokal, khususnya tanaman pinus yang selama ini kurang dimanfaatkan. Melalui pendampingan dan pelatihan, peserta diajarkan mengolah hasil pinus menjadi berbagai produk ramah lingkungan (eco-friendly) bernilai ekonomi, seperti teh daun pinus, lilin dari residu getah pinus, bio-briket dari buah pinus, serta eco-enzim dari daun pinus kering dan sampah organik rumah tangga.
Menurut Dias Pratami Putri, kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya inovasi lokal yang berkelanjutan.
“Kami ingin perempuan di Desa Mekarmanik menjadi pelopor dalam menghasilkan produk kreatif yang tidak hanya bernilai jual, tetapi juga menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Program ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 5 (Kesetaraan Gender), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Dengan memberdayakan perempuan melalui inovasi berbasis sumber daya lokal, kegiatan ini membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Ketua PKK Desa Mekarmanik, Yanti, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Kegiatan ini membuka peluang besar bagi ibu-ibu di desa untuk berdaya dan kreatif. Pinus yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mekarmanik, Nanang Suryana, S.IP., menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi pembangunan desa.
“Kami mendukung penuh program ini karena sejalan dengan upaya desa untuk mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan. Harapannya, kerja sama ini dapat terus berlanjut dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ke depan, UPI berencana memperluas dampak kegiatan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat. Dengan pendampingan berkelanjutan, inovasi berbasis pinus ini diharapkan menjadi model pemberdayaan perempuan berkelanjutan di wilayah lain yang memiliki potensi serupa.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelatihan, diskusi kelompok, dan peragaan langsung pengolahan produk. Acara penutupan dihadiri oleh Kepala Desa Mekarmanik, perwakilan PKK, dan tokoh masyarakat. Program ini menegaskan peran UPI sebagai universitas yang tidak hanya berfokus pada pendidikan di ruang kelas, tetapi juga aktif berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi dan pemberdayaan berbasis keberlanjutan.
Kontributor: Dias Pratami Putri

