Jember, UPI – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan kiprahnya dalam kegiatan berdampak melalui kuliah tamu di Universitas Jember (UNEJ) pada Jumat, 10 Oktober 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNEJ ini, menghadirkan Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc., Dosen Bidang Ahli Geografi Pembangunan UPI sebagai narasumber utama. Acara bertajuk “Geo-Entrepreneurship 4.0: Peningkatan Softskill, Hardskill, dan Kreativitas Mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi Berorientasi Entrepreneurship” ini bertujuan mendorong mahasiswa menjadi wirausaha mandiri di bidang geospasial.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP UNEJ, Dr. Mohammad Na’im, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi UPI-UNEJ dalam memperkuat pendidikan geografi yang inovatif. Turut hadir Koordinator Program Studi Pendidikan Geografi, Prof. Dr. Dra. Sri Astutik, M.Si., serta narasumber dari Bappenas sekaligus Ketua Umum Alumni FKIP UNEJ, Thohir Afandi, S.Pd., MPA. Kegiatan ini diikuti oleh para dosen, alumni, dan ratusan mahasiswa yang antusias.

Dalam paparannya, Dr. Nandi menegaskan bahwa lulusan Geografi memiliki peluang besar untuk berkiprah tidak hanya sebagai ASN atau pendidik, tetapi juga sebagai wirausaha mandiri di bidang geospasial. Menurutnya, kekuatan utama seorang geografer bukan pada modal finansial, melainkan pada kemampuan membaca ruang, menganalisis potensi wilayah, dan mengubahnya menjadi peluang ekonomi baru.

“Kita bisa memulai usaha dari hal kecil, dengan memanfaatkan laptop dan data spasial gratis. Dengan kreativitas dan jejaring yang luas, peluang itu bisa menjadi besar dan berkelanjutan,” ujar Dr. Nandi, menekankan pentingnya kreativitas dalam memanfaatkan teknologi geospasial.

Kehadiran UPI melalui kegiatan ini merupakan implementasi dari program “UPI Berdampak” yang berkomitmen menghadirkan manfaat nyata. Melalui kuliah tamu, UPI berupaya menanamkan nilai-nilai entrepreneurship, kreativitas, dan inovasi agar mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja berbasis keilmuan geografi.

Kuliah tamu ini juga memiliki relevansi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan). Geo-Entrepreneurship dipandang sebagai strategi inovatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan data spasial.

Selama kegiatan, mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat sesi tanya jawab yang membahas cara memulai usaha dengan modal kecil, prospek kerja, dan peran pemetaan dalam dunia digital. Menanggapi hal itu, Dr. Nandi menjelaskan bahwa pemetaan kini telah berkembang menjadi bagian dari industri kreatif dan media komunikasi visual.

“Pemetaan kini bisa menjadi konten yang edukatif sekaligus inspiratif. Jika dikemas dengan menarik, peta bisa menjadi bahasa visual yang menggerakkan kesadaran publik dan juga menghasilkan nilai ekonomi,” tuturnya.

Kegiatan yang dikemas interaktif ini menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, antara lain: integrasi kurikulum kewirausahaan geospasial di prodi Geografi, pembentukan inkubator bisnis geospasial di kampus, serta penguatan kolaborasi riset antara UPI, UNEJ, dan lembaga pemerintah seperti Bappenas.

Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama yang menandai komitmen untuk memperkuat jejaring akademik dan inovasi kewirausahaan di bidang geografi. Kehadiran Dr. Nandi dari UPI dinilai mampu memberikan inspirasi baru bagi mahasiswa untuk melihat geografi sebagai ilmu yang dinamis, kreatif, dan memiliki masa depan cerah di tengah era transformasi digital.

“Geografi bukan sekadar ilmu tentang peta, tetapi tentang cara kita membaca arah masa depan,” tutup Dr. Nandi.

Kontributor: Nandi