
Bandung, UPI
Momen dies ini tidak hanya memperingati tetapi juga meneguhkan kembali tekad dan amanah yang diwariskan oleh para pendiri universitas ini, menjadi univesitas pelopor dan unggul dalam Pendidikan. Penelitian dan pengabdian serta sebagai universitas yang edukatif, ilmiah dan religius. Demikian dikatakan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M. Si., dalam kegiatan Gerakan Tasyakur, Shalawat dan Dzikir Bersama, dalam rangka peringatan Dies Natalis UPI ke-71, Senin, (20/10) di Masjid Al-Furqan Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Acara Gerakan Tasyakur diisi dengan kegiatan Shalawat dan Dzikir Bersama, Tausyiah oleh Prof. Dr. H. Sofyan Sauri. M. Pd, dan serah terima Waterstation dari salah satu bank mitra UPI.
Acara ini adalah wujud rasa syukur kita kepada yang maha kuasa atas perjalanan panjang dari masa universitas keguruan atau PTPG hingga kini menjadi universitas yang menjadi rujukan nasional maupun internasional di bidang Pendidikan.
Dikatakan Prof. Agus, seiring perjalanannya, UPI yang memiliki konsen dalam bidang Pendidikan, hingga kini banyak program studi yang telah memiliki akreditasi unggul dan akreditasi internasional. Saat ini UPI telah memiliki lebih dari 5.000 publikasi riset dan lebih dari 36 ribu sitasi hal ini tentunya menjadikan UPI sebagai universitas yang diakui oleh dunia terhadap kualitas dan relevansi riset yang dihasilkan.
Dalam pemeringkatan di bidang Pendidikan, UPI berada pada peringkat 221-250 dunia dan versit QS World Rangking by subjek tahun 2023 dan secara keseluruhan UPI berada pada peringkat 1001 – 1200 dunia versi Time Hinger Education World University Rangking, capaian ini membuktikan kontribusi akademik UPI telah menembus batas nasisonal dan diakui ditingkat global.

Menurutnya, capaian dan rangking yang diperoleh sesungguhnya lebih dari sekedar prestasi yang jauh lebih penting adalah nilai yang mendasari setiap langkah kita. “Sebagai universitas yang memiliki moto edukatif, ilmiah dan religius harus berpadu pada keimanan dan ahlak mulia. Ilmu yang kita kembangkan tidak hanya untuk kemajuan intelektual tetapi juga untuk kemaslahatan umat dan keberkahan kehidupan dalam artian kampus yang berdampak”, ungkap Prof. Agus.
Kita ingin UPI menjadi universitas yang menjadi contoh sebagai universitas yang menumbuhkan insan akademik yang berilmu luas dan berkarekter kuat dan berjiwa spiritual yang luhur. Pencapaian UPI hingga saat ini tak lepas dari kontribusi para mitra yang sudah terjalin dengan UPI baik antar universitas, lembaga pemerintahan maupun mitra lainnya, tentunya semua itu memiliki peranan besar dalam kemajuan UPI.
Saat ini UPI berkomitmen dalam mewujudkan green kampus, salahsatunya dengan adanya water stasion ini tentunya kita akan mengurangi penggunaan wadah berbahan plastik yang nantinya akan menjadi sampah dan mencemari lingkungan. Dengan cara itu kita akan mendidik didi kita sendiri untuk peka terhadap pencemaran lingkungan.

Ia berharap memasuki usia ke 71 mari kita kuatkan kembali komitmen kita untuk menjadikan UPI sebagai pusat unggulan pendidikan dan riset berkelas dunia yang tetap berpijak pada nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Mengembangkan inovasi yang berdampak pada masyarakat dan kebangsaan, memperkuat budaya kolaborasi, agar UPI menjadi universitas yang bisa memberi kebermanfaatan bagi masyarakat luas. (DN/Ratih)

