
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Sciense Techno Park (DIHSTP) sukses menggelar UPI INNOVATION EXPO & SEMINAR 2025. Pameran Inovasi UPI menampilkan 50+ produk inovasi unggulan karya dosen, mahasiswa, dan pusat inovasi di lingkungan UPI. Seluruh karya tersebut terbagi dalam 7 kategori utama yang terdiri atas Aplikasi & Sistem Digital; Energi Terbarukan & Lingkungan; Perangkat / Alat Pembelajaran & Teknologi Terapan; Produk Kreatif & Desain; Produk Pangan & Suplemen Kesehatan; Rekayasa Bangunan & Material; dan Sosial, Seni, dan Inovasi Umum. Semua karya ini mencerminkan ekosistem inovasi UPI yang semakin matang. Kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., dalam sebuah kesempatan wawancara di sela-sela kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Ahmad Sanusi, Kampus UPI Bumi Siliwangi, Jalan Dr. Setiabudi No. 229, pada Selasa (21/10/2025).
Prof. Didi Sukyadi menegaskan bahwa tugas Perguruan Tinggi adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satu kewajibannya adalah melakukan penelitian. Dikatakannya,”Penelitian hanya akan bermanfaat bagi masyarakat apabila dilakukan proses hilirisasi. Universitas Pendidikan Indonesia secara umum dikenal sebagai universitas pendidikan, padahal kita juga memiliki riset-riset yang berkaitan dengan non kependidikan, dengan demikian melalui pameran dan seminar inovasi UPI 2025 ini, Pimpinan Universitas mengajak para peneliti UPI yang memiliki riset dalam bentuk produk untuk memamerkan karya-karyanya supaya bisa dikenal oleh masyarakat dan oleh dunia industri.”

Apabila produk-produknya telah dikenal oleh masyarakat luas, ungkapnya, maka diharapkan ada investor yang tertarik untuk membantu proses hilirisasi produknya sehingga produk tersebut yang awalnya masih berupa prototype atau model bisa diproduksi masal dan bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat banyak.
Sebelumnya Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menyebutkan bahwa Kemendiktisaintek bisa membantu mempertemukan para peneliti dengan bank-bank Himbara agar bisa memperoleh dukungan dari sektor keuangan, namun belum bisa melihat detail skemanya seperti apa, tetapi Pemerintah menargetkan bahwa dana tersebut bisa segera terserap untuk sektor riil.
“Seandainya para periset kami di perguruan tinggi ingin mengembangkan produknya dan membutuhkan sentuhan dari industri, maka sangat diperlukan jembatan untuk memfasilitasi, begitupun dengan bank-bank Himbara melalui perusahaannya masing-masing diharapkan turut membantu mempercepat proses hilirisasi sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden agar kita bisa terus mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain,” harapnya.
Semangat UPI dalam membangun budaya riset dan inovasi yang berkelanjutan menjadikan ide-ide kreatif bukan hanya berhenti di laboratorium, tetapi bertransformasi menjadi karya nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat, industri, dan bangsa.
Kembali ditegaskan Prof. Didi Sukyadi,”Kita menegaskan komitmen Universitas Pendidikan Indonesia untuk mengubah ide-ide menjadi karya inovatif yang bermanfaat dan berdampak luas. Pameran dan seminar ini juga menjadi ajang penting untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat.”
Kolaborasi ini merupakan kunci untuk mewujudkan visi hilirisasi riset yang berdampak, sejalan dengan arah kebijakan nasional penguatan inovasi dan ekonomi berbasis pengetahuan.
Kita percaya bahwa inovasi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang keberanian untuk bertindak, membangun jejaring, dan memberikan solusi bagi kebutuhan nyata masyarakat. (dodiangga)



