Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan dari perwakilan dunia usaha asal Jepang yang terdiri dari calon Wali Kota Toyota di Prefektur Aichi, Direktur perusahaan Orca Repair dan Meiwa Industry, serta perwakilan dari LPK Mulia Meisou Indonesia. Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat jejaring internasional UPI, khususnya dalam bidang kerja sama pendidikan dan pengembangan keterampilan mahasiswa yang diaksanakan di Ruang Rapat University Center Lt. 3 Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung. Kamis (30/10/2025).

Direktur Direktorat Kemitraan dan Kerjasama Internasional UPI Pupung Purnawarman, M.Sc.Ed., Ph.D.menjelaskan bahwa sebelumnya telah terjalin beberapa Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UPI dengan mitra Jepang, khususnya melalui Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) dan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI). “Sudah ada sekitar dua PKS yang berjalan, dan ke depan akan kita perluas ke beberapa fakultas lain,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, UPI berencana menyusun Memorandum of Understanding (MoU) sebagai payung kerja sama yang akan mengakomodasi kolaborasi lintas fakultas dan unit di lingkungan UPI. “Langkah pertama nanti kita buatkan MoU agar menjadi dasar bagi berbagai kerja sama baru di bidang akademik maupun non-akademik,” tambahnya.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa UPI berkesempatan mengikuti program internship di perusahaan-perusahaan Jepang untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung (hands-on experience). Kegiatan magang tersebut dapat dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS) yang mendukung kelulusan, sekaligus memberikan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang.

“Ini peluang sangat bagus bagi UPI secara kelembagaan dan bagi mahasiswa secara individu untuk memperkuat kompetensi global mereka,” tutur Pupung Purnawarman.

Langkah ini sejalan dengan komitmen UPI dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan daya saing lulusan di kancah global, khususnya melalui kemitraan strategis dengan lembaga pendidikan dan dunia industri di luar negeri. (Rija/Ratih)