
Bandung UPI – Malam yang diguyur hujan tidak menyurutkan semangat sivitas Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam menyaksikan pagelaran Wayang Golek oleh Ki Dalang Dadan Sunandar Sukarya dari Putra Giri Harja 3. Acara ini menjadi penutup rangkaian Dies Natalis ke-71 UPI, yang digelar pada Kamis malam di Stadion Sepak Bola UPI (7/11).
Kegiatan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB setelah hujan deras yang turun sejak sore mulai reda. Sebelumnya, acara sempat tertunda dari jadwal semula pukul 19.15 WIB. Meski hujan, panitia dan penonton tetap bertahan. Seiring malam beranjak, cuaca membaik dan penonton terus berdatangan hingga acara usai sekitar pukul 02.00 dini hari. Para penonton yang tidak dapat hadir secara langsung karena cuaca menyaksikan melalui saluran YouTube TVUPI Digital.


Pagelaran diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan penampilan tari pembuka berjudul “Dangiang Isola” yang dibawakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) UPI. Tarian ini menggambarkan makna perjuangan, romantika, kebahagiaan, dan kesedihan yang menyelimuti perjalanan sejarah Gedung Isola sebagai simbol kejayaan dan kewibawaan UPI.


Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut meskipun diguyur hujan. Beliau mengingatkan pentingnya melestarikan seni tradisi sebagai bagian dari kebijaksanaan lokal yang penuh makna.

“Harapan saya, UPI menjadi pelopor bagi universitas lain dalam menampilkan budaya tradisi. Wayang golek itu bukan hanya hiburan, tapi juga tuntunan. Semoga masyarakat bisa bahagia dan mendapat pelajaran dari kisah yang disampaikan,” tuturnya.
Malam budaya ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Ketua Senat Akademik Prof. Dr. Riyadi Ruyadi, M.Si., para wakil rektor, dekan, serta pimpinan fakultas dan unit. Kehadiran mereka menambah semarak suasana yang makin hangat setelah hujan berhenti. Tidak hanya sivitas UPI, kegiatan ini juga terbuka untuk masyarakat sehingga cukup banyak masyarakat sekitar turut memeriahkan.
Rangkaian acara Dies Natalis ke-71 UPI sebelumnya telah diisi dengan kegiatan gerak jalan serempak, aksi bersih lingkungan, dan kegiatan kolaboratif lain yang melibatkan sivitas UPI serta masyarakat sekitar kampus yang dilaksanakan di pagi harinya. Seluruh kegiatan tersebut mencerminkan semangat UPI sebagai kampus berdampak dan tekad UPI untuk melesat menuju universitas pelopor dan unggul.
Pagelaran wayang golek ini menjadi penutup yang berkesan bagi seluruh keluarga besar UPI. Semangat pelestarian budaya, kebersamaan, dan dedikasi untuk pendidikan terus menggema di bawah langit Bandung yang akhirnya cerah malam itu. (CS)

