
Sumedang, UPI — Mahasiswa Kelompok 22 Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang menggelar kegiatan permainan tradisional bertema “Kaulinan Urang” bersama siswa kelas 4 hingga 6 dari SDN Cigalagah dan SDN Nagrak 1 pada Kamis (6/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari program P2MB dalam mendukung pencegahan stunting melalui peningkatan aktivitas fisik anak.
UPI mengusung tiga pilar utama pencegahan stunting, yakni edukasi gizi, aktivitas fisik, dan literasi keluarga. Permainan tradisional dipilih sebagai bentuk aktivitas fisik yang efektif, menyenangkan, serta dekat dengan budaya lokal.
Dalam pelaksanaan “Kaulinan Urang”, siswa diajak mengikuti sejumlah permainan seperti sapintrong, galah asin, balok, hulahoop, dan bakiak. Aktivitas tersebut tidak hanya meningkatkan kebugaran dan ketangkasan, tetapi juga menumbuhkan kerja sama antarsiswa serta mengenalkan kembali permainan khas daerah. Seorang siswa mengaku senang bisa mencoba permainan yang baru dikenalnya, “Seru, aku jadi tahu ada permainan Galah Asin” ucap salah satu siswa yang mengikuti kegiatan ini.
Guru dari kedua sekolah menyambut positif kegiatan ini karena memberikan alternatif aktivitas fisik yang menarik. Menurut mereka, permainan tradisional dapat membantu membentuk kebiasaan hidup aktif yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak.
Kelompok 22 P2MB berharap kegiatan ini dapat mendorong kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting dapat dimulai sejak usia sekolah melalui pembiasaan hidup aktif dan sehat, sejalan dengan pilar pencegahan stunting yang digagas UPI. (RK)
Kontributor KKIPP Kampus UPI di Sumedang: P2MB UPI Kelompok 22 Desa Nagrak

