
Bandung, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) resmi meluncurkan program UPI Peduli Bencana untuk membantu korban banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat pada Selasa (25/11). Program ini mengajak sivitas akademika dan publik untuk berpartisipasi dalam donasi dana maupun logistik.
Program ini diinisiasi tidak hanya sebagai respons kedaruratan terhadap bencana kali ini saja, tetapi juga bentuk konsistensi UPI dalam aksi kemanusiaan pada situasi bencana sebelumnya, seperti respon cepat terhadap bencana di daerah lainnya. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Sandey Tantra Paramitha, S.Si., S.H., M.Pd., Kepala Divisi Pengelolaan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan DPPM UPI, ketika diwawancarai oleh tim dari Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik (KKIPP) UPI di Gedung DPPM, Senin (01/12).
Program bertajuk “Solidaritas untuk Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat” ini ditetapkan sebagai respons cepat kampus terhadap situasi kedaruratan serta sebagai bagian dari komitmen UPI dalam aksi kemanusiaan.
Pelaksanaan program merupakan instruksi langsung dari Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., yang meminta tim DPPM menyiapkan mekanisme donasi sejak hari pertama kabar bencana diterima.
“Program ini lahir dari kepedulian kami terhadap sesama yang sedang mengalami musibah. Bencana alam tidak bisa diprediksi, dan ketika itu terjadi, kami harus hadir,” ujarnya.
UPI membuka donasi dalam bentuk dana, pakaian layak pakai, makanan siap konsumsi, serta kebutuhan darurat lainnya. Masa penggalangan bantuan ditetapkan selama dua minggu sebelum disalurkan ke daerah terdampak bekerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan organisasi penanggulangan bencana.
Selain bantuan material, UPI juga menyiapkan dukungan tenaga ahli dan relawan profesional di bidang penanganan banjir bandang maupun pemulihan pascabencana.
“Saat ini sudah ada permintaan untuk mengirimkan tim dengan kompetensi khusus. Kami akan memfasilitasi sesuai kebutuhan lapangan,” jelas Sandey.
Program ini juga sejalan dengan agenda nasional “Dikti Saintek Berdampak”, yang mendorong perguruan tinggi untuk terlibat dalam penanganan bencana melalui dukungan riset, aksi kemanusiaan, dan pendampingan berkelanjutan.
Sandey menambahkan bahwa setelah tahap darurat selesai, kegiatan akan diarahkan pada dukungan lanjutan, termasuk pendampingan psikososial, pemulihan akses pendidikan, dan solusi berbasis riset.
“Ada kebutuhan mendesak di saat bencana berlangsung, dan ada kebutuhan berbeda pascabencana. Kami sedang memetakan dukungan jangka panjang,” katanya.
Melalui program ini, UPI mengajak masyarakat luas untuk turut serta dalam aksi solidaritas peduli bencana untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang di Sumatera. (RK)
Untuk informasi dan penyaluran donasi dapat diakses melalui kanal resmi DPPM UPI.
https://lppm.upi.edu/berita/detail/upi-peduli-bencana-menguatkan-harapan-membangun-kembali-sumatra

