Bandung, UPI

Konsorsium institusi pendidikan, yang meliputi SEAMOLEC, SEAQIS, Universitas Terbuka (UT) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), telah menuntaskan program pendampingan intensif yang berfokus pada pengoptimalan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk Climate Change Education (CCE). Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran perubahan iklim pada tingkat pendidikan dasar dan menengah.

Kegiatan pendampingan model optimalisasi teknologi AI dalam CCE ini merupakan implementasi nyata dari upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) Nomor 4, yakni Pendidikan Berkualitas.

Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara SEAMOLEC dan SEAQIS dengan tim dosen dari Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI, yaitu Dr. Rini Solihat, M.Si. dan Dita Astriningrum, M.Pd.

Pendampingan ini menyasar guru-guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kota Bandung dan Jakarta, menunjukkan fokus pada pengembangan kapasitas guru di daerah perkotaan yang memiliki aksesibilitas terhadap teknologi.

Pelaksanaan program berlangsung selama empat bulan, dimulai sejak Agustus hingga rampung pada November. Selama periode tersebut, para guru peserta menjalani serangkaian kegiatan terpadu untuk membangun kompetensi mereka dalam mengintegrasikan AI dan CCE.

Kegiatan utama yang dilaksanakan meliputi Sesi Pelatihan Mendalam: Fokus pada integrasi teknologi AI dalam penyampaian materi perubahan iklim. Penyusunan Modul Ajar: Pengembangan modul ajar AI-CCE bersama yang disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku. Dan Observasi Pembelajaran: Validasi efektivitas materi yang telah dikembangkan melalui observasi langsung di sekolah-sekolah peserta.

Tujuan utama dari keseluruhan program ini adalah mengembangkan model optimalisasi teknologi berbasis AI dalam CCE yang adaptif dan relevan untuk diterapkan secara efektif di lingkungan sekolah. Model ini diharapkan dapat merevolusi penyampaian materi perubahan iklim.

Model pembelajaran yang teruji dan modul ajar yang dihasilkan menjadi kontribusi signifikan dalam penguatan pendidikan lingkungan. Diharapkan, integrasi teknologi AI ini dapat memberikan dampak positif yang terukur pada peningkatan kompetensi, kesadaran, dan tindakan siswa terkait isu perubahan iklim. (Dita Astriningrum & Rini Solihat)