
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menunjukkan komitmennya dalam hilirisasi penelitian dengan meluncurkan program pengabdian yang berfokus pada astro-ekowisata. Tim dosen dan mahasiswa dari Pusat Unggulan Sains Data Astronomi dan Polusi Cahaya (SADAR-POLYA) UPI menggelar Pelatihan Pemandu Edukasi Astronomi di Desa Wisata Alamendah, Kabupaten Bandung, pada 28–29 November 2025. Kegiatan ini bertujuan ganda: meningkatkan literasi astronomi masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian langit malam di wilayah tersebut.
Kegiatan hari pertama diawali dengan pengenalan konsep ekowisata dan astro-ekowisata, disampaikan oleh Dr. Judhistira Aria Utama, M.Si.. Materi ini memberikan pemahaman tentang peluang wisata berbasis pengamatan langit malam yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi lokal. Peserta kemudian mengikuti sesi Astronomi Dasar untuk Pemandu, yang membekali mereka dengan kemampuan awal membaca langit, mengenali rasi bintang, dan memahami dinamika benda-benda langit.
Pada sore hari, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan aplikasi astronomi oleh Feri Apryandi, M.Si.. Melalui perangkat lunak astronomi digital, peserta belajar menentukan arah rasi bintang, memprediksi posisi benda langit, dan menyiapkan sesi pengamatan yang aman dan edukatif bagi wisatawan. Peserta juga dibekali bagaimana memanfaatkan anggota badan untuk menaksir jarak pisah antarbenda langit, suatu pengetahuan praktis yang sebelumnya tidak terbayangkan oleh mereka.
Setelah sesi ini, kegiatan langsung dilanjutkan dengan blok STEM (Science-Technology-Engineering-Mathematics)-Space dibantu para mahasiswa Program Studi Fisika dan Pendidikan Fisika, yang menjadi salah satu bagian paling kreatif dan interaktif dari keseluruhan program. Dalam sesi ini, peserta yang sebagian telah tersertifikasi sebagai pemandu lokal dan pemandu ekowisata BNSP diajak memperdalam astronomi dasar melalui praktik rekayasa sederhana. Para pemandu membuat model rasi bintang menggunakan lampu LED (Light Emitting Diode) beragam warna pada kertas bersirkuit. Warna LED yang menyala merepresentasikan perbedaan suhu bintang, sehingga peserta tidak hanya memahami bentuk rasi, tetapi juga konsep dasar fisika bintang dengan cara yang aplikatif dan menarik.
Menjelang malam, suasana kegiatan semakin hidup dengan sesi Praktik Pengamatan Langit Malam, dipandu oleh Cahyo Puji Asmoro, M.Si.. Peserta mengoperasikan teleskop, membidik objek-objek langit, dan mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari sejak siang hari. Meski kegiatan berlangsung padat, antusiasme peserta tetap tinggi hingga malam hari.
Pada hari ke dua, pelatihan difokuskan pada lanjutan dasar-dasar astrofotografi, terutama teknik pengamatan Matahari dengan aman. Peserta mempraktikkan penggunaan filter surya khusus dan prosedur keselamatan dalam pengamatan Matahari, sekaligus mempelajari cara merekam citra Matahari untuk kepentingan edukasi maupun konten wisata berbasis sains. Beberapa dokumentasi kegiatan disajikan berikut ini.

Sebagai penutup kegiatan, PUU SADAR-POLYA UPI memberikan hibah berupa satu unit teleskop refraktor dengan dudukan altazimuth, sepuluh peta bintang putar, dan kaca mata Matahari kepada Desa Wisata Alamendah. Hibah ini menjadi bentuk dukungan nyata UPI terhadap keberlanjutan program astro-ekowisata serta apresiasi atas keberhasilan Desa Alamendah yang telah meraih penghargaan JAWARA INOVASI dari Bank Indonesia Jawa Barat. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa Desa Alamendah memiliki kapasitas dan semangat untuk terus berinovasi dalam mengembangkan wisata berbasis edukasi dan keberlanjutan.
Program ditutup dengan refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga kualitas langit malam, serta bagaimana astronomi dapat menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pelatihan ini, UPI berharap Desa Wisata Alamendah semakin siap menjadi destinasi astro-ekowisata unggulan di Jawa Barat. Langit malam yang lestari bukan hanya milik segelintir astronom, tetapi milik seluruh masyarakat. Hilirisasi riset yang dilakukan UPI menjadikan astronomi sebagai ilmu yang inklusif, membumi, dan memberi manfaat nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. (Aria)

