Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali memperkuat kapasitas organisasi kemahasiswaan (Ormawa) dengan menghadirkan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Andrie Kustria Wardana, S.STP., M.Si., CRBD. Kegiatan pembinaan strategis ini bertujuan menyelaraskan peran mahasiswa dalam menghadapi dinamika sosial dan isu-isu pemerintahan. Acara tersebut dilaksanakan di Auditorium Gedung Gegeut-Winda (PKM) UPI lantai 2, Bandung, pada Rabu (10/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Kesra Pemprov Jabar, Andrie Kustria Wardana, menekankan bahwa kegiatan pembinaan ormawa ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan frekuensi antara mahasiswa dan pemerintah daerah.

“Ini sebuah kesempatan berharga yang diberikan oleh UPI.  Berbicara tentang pembinaan organisasi kemahasiswaan. Kenapa ini menjadi penting? Karena memberikan bekal wawasan tentang kondisi pemerintahan saat ini termasuk isu-isu dan problem yang kita hadapi,” ujarnya.

Andrie menjelaskan bahwa ada tiga tahapan fundamental yang perlu dibangun Ormawa: pemahaman terhadap isu, pelaksanaan fungsi organisasi, dan aksi nyata kolaboratif bersama pemerintah.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Teman-teman mahasiswa memiliki kemurnian ide yang harus kita pahami. Sebagai pemerintahan, bagaimana peran-peran kemurnian tersebut bisa kita padukan dengan program pemerintah,” tambahnya, sembari berharap kegiatan ini dapat berlanjut ke aksi lapangan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis UPI, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., menegaskan bahwa Ormawa memiliki posisi penting sebagai wadah pengembangan potensi, karakter, dan kepemimpinan mahasiswa.

Prof. Yudi menekankan bahwa pembinaan di UPI dirancang agar adaptif, terukur, dan fokus pada Penguatan kapasitas kepemimpinan dan profesionalitas pengelolaan program. Tata kelola organisasi yang akuntabel dan transparan, dan Program inovatif yang berdampak nyata pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.

“Ormawa bukan hanya tempat berkegiatan, tetapi juga ruang pembelajaran karakter. Mahasiswa yang aktif berorganisasi harus mampu menunjukkan etika, tanggung jawab, dan inisiatif,” tegas Warek KAB tersebut.

UPI juga mengintegrasikan pembinaan Ormawa dengan pelatihan dan workshop kepemimpinan yang berorientasi pada kompetensi abad ke-21. Sinergi antara pembina, dosen pendamping, dan pengurus organisasi dianggap kunci dalam membangun budaya organisasi yang kuat dan selaras dengan visi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul.

Dengan konsistensi pembinaan, UPI optimistis Ormawa dapat menjadi agen perubahan yang aktif, solid, dan mampu berkontribusi positif bagi universitas dan masyarakat. (Rija)