
Malang, UPI
Dekan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., memainkan peran strategis dalam agenda Pra-Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) 2025. Forum yang berlangsung di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang (4–7/12/2025) ini menjadi pijakan utama dalam memperkuat arah kebijakan pendidikan teknik nasional yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Kehadiran jajaran Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah FDTI Periode 2025–2027, termasuk Ketua Umum FDTI Prof. Ir. Hadi Suyono, Ph.D., dan Sekretaris Jenderal Prof. Dr. Tutun Juhana, M.T., menegaskan urgensi sinkronisasi kebijakan antar-pimpinan fakultas teknik di seluruh Indonesia.
Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Wilayah Tengah FDTI, Dr. Eng. Agus Setiawan berkontribusi aktif dalam penyelarasan program kerja wilayah dan kolaborasi lintas perguruan tinggi. Fokus utama kontribusi FPTI UPI dalam forum ini mencakup tiga poin krusial SDGs, yaitu SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Peningkatan mutu pendidikan teknik nasional. SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Penguatan inovasi dan digitalisasi tata kelola pendidikan. SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Membangun sinergi nasional yang berkelanjutan antar-institusi.
Rangkaian Pra-Rakernas ini diisi dengan penyusunan agenda prioritas organisasi dan penguatan tata kelola direktorat. Dalam diskusi strategis tersebut, Dr. Eng. Agus Setiawan menekankan bahwa transformasi pendidikan teknik harus berpijak pada integrasi inovasi dan pengembangan sumber daya manusia.
“Sinergi antarfakultas teknik adalah fondasi utama untuk menghadapi tantangan global. Kita harus memastikan bahwa setiap inovasi dan kebijakan yang lahir selaras dengan kebutuhan industri serta penguatan kualitas SDM,” tegas Agus.

Partisipasi aktif ini menegaskan komitmen FPTI UPI untuk terlibat langsung dalam perumusan kebijakan pendidikan teknik di tingkat nasional. Melalui peran strategis di FDTI, FPTI UPI terus memperkuat posisinya sebagai institusi yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi dampak.
Sinergi yang dibangun di Malang ini diharapkan mampu menghasilkan rencana kerja yang konkret dan inovatif pada Rakernas FDTI 2025 mendatang, guna mendorong kontribusi nyata pendidikan tinggi teknik terhadap pembangunan nasional yang inklusif. (DN)

