
Bandung, UPI
Semangat kolaborasi lintas institusi kembali menguat di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Pada Selasa (6/1), UPI menerima kunjungan delegasi Universitas Jabal Ghafur (UNIGHA) Aceh dalam rangka memperkuat implementasi kerja sama strategis yang telah disepakati sebelumnya. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Partere, Bumi Siliwangi, ini menjadi langkah penting untuk mentransformasikan komitmen kerja sama di atas kertas menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi pengembangan pendidikan dan masyarakat.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua institusi. dari UPI hadir Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., didampingi Direktur Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional (DKUI), Dr. Pupung Purnawarman, M.Sc.Ed., Ph.D., serta Kepala Divisi Kemitraan Nasional, Heri Puspito Diyah Setiyorini, M.M., Ph.D. Sementara itu, delegasi UNIGHA dipimpin oleh Rektor Universitas Jabal Ghafur, Dr. H. Heri Fajri, M.Pd., bersama Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Basri, M.Pd., Pembina Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur, Diana Devi, B.H.Sc., M.Pd., serta Wakil Sekretaris Yayasan, Teuku Yasser, S.Psi., M.Pd.
Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif, kedua belah pihak menyepakati sejumlah agenda strategis yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan penguatan inovasi daerah. Kerja sama yang dibahas meliputi pengembangan kapasitas dosen melalui pembukaan kelas kerja sama bagi dosen UNIGHA yang akan melanjutkan studi di UPI, program mobilitas mahasiswa untuk memperkaya pengalaman akademik lintas kampus, serta peluang kolaborasi riset tripartit antara UPI, UNIGHA, dan pemerintah daerah guna mendorong solusi berbasis riset bagi kebutuhan lokal.
Selain itu, terbuka pula peluang kerja sama dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi komunitas di wilayah terdampak bencana. Program yang direncanakan mencakup rehabilitasi psikososial (trauma healing) serta penguatan model pendidikan masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi kelembagaan, melainkan wujud nyata komitmen kedua universitas dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen pembangunan. Kolaborasi strategis ini diharapkan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam penyediaan pendidikan berkualitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui sinergi ini, UPI dan UNIGHA optimistis dapat membangun ekosistem akademik yang inklusif dan berkelanjutan, di mana inovasi dan keunggulan kampus dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat, baik di Jawa Barat maupun di Provinsi Aceh. (AMV)

