UPI, 12 Januari 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat kolaborasi dengan Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, melalui Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Batch III Tahun 2025 yang berfokus pada pengembangan eduwisata berbasis potensi air sungai dan perikanan air tawar. Program ini didanai oleh UPI dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Program PKM Batch III tersebut dilaksanakan melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan desa, di antaranya BUMDes Betah Mandiri, Pemerintah Desa Tanjungwangi, Karang Taruna, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kelompok PKK, serta mahasiswa MAPACH FPIPS UPI. Kegiatan berlangsung sejak Mei 2025 melalui tahapan survei dan focus group discussion (FGD), kemudian dilanjutkan pelaksanaan intensif pada September hingga 13 Desember 2025.

Program ini diketuai oleh Dr. Asep Mahpudz, M.Si., dengan anggota tim Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si., Dr. Acep Supriadi, M.Pd., M. AP, dan Dr. Syaifullah, M.Si. Ketua Tim PKM, Dr. Asep Mahpudz, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai fondasi penguatan ekonomi desa berbasis sumber daya lokal.

“UPI berkomitmen menghadirkan pengabdian yang berdampak langsung dengan membangun kapasitas kelembagaan desa dan mengintegrasikan potensi air, perikanan, serta lingkungan dalam satu model eduwisata berkelanjutan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan meliputi FGD pemetaan potensi desa, pelatihan kewirausahaan sosial dan tata kelola sumber daya desa, pelatihan pengolahan hasil perikanan air tawar, aksi bersih dan penataan Sungai Cileuleuy Udik sepanjang sekitar 1,2 kilometer, serta simulasi dan uji coba rafting edukatif sebagai bagian dari pengembangan eduwisata.

Kepala Desa Tanjungwangi, Budi Santoso, S.E., mengapresiasi kolaborasi yang terbangun bersama UPI.

“Kami berharap Desa Tanjungwangi dapat terus dikembangkan sebagai desa eduwisata berbasis air sungai dan perikanan air tawar melalui pendampingan UPI,” ungkapnya.

Dukungan terhadap keberlanjutan program juga disampaikan oleh Dekan FPIPS UPI, Prof. Dr. Cecep Darmawan, yang menegaskan kesiapan sivitas akademika FPIPS UPI untuk mendukung penguatan desa eduwisata. Hal ini diperkuat oleh Dr. Sandey Tantra Paramitha, M.Pd., Ketua Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan UPI, yang menyatakan bahwa tindak lanjut program akan diformalkan melalui kerja sama kelembagaan antara UPI dan Desa Tanjungwangi.

Sementara itu, Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si., menekankan pentingnya hilirisasi potensi sumber daya air desa agar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Program ini perlu terus dikembangkan dengan dukungan pemerintah daerah agar Desa Tanjungwangi dapat menjadi rujukan eduwisata berbasis air di Kabupaten Subang,” ujarnya.

Melalui PKM Batch III ini, UPI turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 11 (Permukiman dan Komunitas Berkelanjutan), serta SDGs 15 (Ekosistem Daratan), melalui penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. (RK)

Kontributor KKIPP UPI/ Tim PKM Batch III Universitas Pendidikan Indonesia/ Asep Mahpudz