Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mencatatkan capaian akademik membanggakan melalui diraihnya Surat Keputusan (SK) Guru Besar oleh Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T. di bidang fisika material energi. Dengan capaian tersebut, Prof. Eka tercatat sebagai salah satu profesor termuda di Indonesia pada bidang fisika yang dilaksanakan di Ruang Rapat Partere Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Rabu (7/1/2026).

Prof. Eka menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut serta apresiasi kepada UPI yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan riset. “Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Pendidikan Indonesia yang telah memfasilitasi riset kami, baik dari sisi pendanaan, ruang, maupun fasilitas laboratorium,” ujarnya

Saat ini, Prof. Eka aktif mengembangkan riset material sel surya dan energi terbarukan melalui Laboratorium Material Energi Surya yang berada di bawah Prodi Fisika dan Prodi Pendidikan IPA UPI, mulai dari jenjang S1 hingga S3. Laboratorium tersebut menjadi salah satu pusat pengembangan energi terbarukan di lingkungan UPI dan membuka peluang kolaborasi lintas institusi.

Berbagai kerja sama riset telah terjalin dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga nasional, seperti BRIN, ITB, Universitas Padjadjaran, ITS, serta kampus-kampus lain di Pulau Jawa. Tidak hanya itu, laboratorium tersebut juga menerima kunjungan dan kolaborasi riset dari Universitas Sriwijaya dan Universitas Gadjah Mada dalam pengembangan sel surya dan layanan sintesis serta karakterisasi material

Sejumlah hasil riset Prof. Eka dan tim juga telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi tinggi, diantaranya Advanced Energy Materials (Wiley) dan ACS Nano Materials, serta beberapa di antaranya telah berhasil dikomersialisasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan riset energi terbarukan di Indonesia.

Ke depan, Prof. Eka menargetkan pengembangan Pusat Unggulan Universitas di bidang energi terbarukan. Selain fokus pada riset, ia juga berkomitmen mengembangkan pendidikan sains berbasis keberlanjutan melalui pendekatan Education for Sustainable Development Goals (ESDG) dan penguatan pendidikan STEM yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir di UPI.

Dalam perjalanannya, Prof. Eka menekankan pentingnya kerja tim. Ia menyampaikan apresiasi kepada para dosen, peneliti, dan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok risetnya, yang saat ini melibatkan sekitar 27 mahasiswa dari berbagai jenjang dan perguruan tinggi di Indonesia. Dukungan pimpinan UPI, mulai dari rektor hingga dekan, juga menjadi faktor penting dalam kelancaran proses pengangkatan Guru Besar tersebut.

Prof. Eka berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda dosen dan peneliti untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kemajuan bangsa, khususnya di bidang energi terbarukan dan pendidikan sains. (Rija)