Aceh Utara, UPI

Tim Program Pengembangan Bakat dan Kreativitas (Prodbk) dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkolaborasi erat dengan Komunitas Aceh Berdaya, Relawan Mengajar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh (Unimal), serta institusi setempat seperti BNPB dan pemerintah Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berfokus pada pengajaran dan pendampingan psikososial bagi siswa korban banjir, digelar pada Sabtu (31/1/2026) di Dusun Pasi, Desa Bungkaih.

Daerah tersebut terdampak parah banjir sejak 29 November 2025. Sekitar 150 anak usia TK hingga SMA antusias mengikuti aktivitas di tenda pengungsian BNPB, yang dirancang ramah anak dan sesuai jenjang usia.

Tim ProDBK yang diterjunkan berjumlah delapan orang, terdiri atas dua dosen serta enam mahasiswa dan alumni yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Selama kurang lebih delapan hari, tim akan melaksanakan pendampingan psikososial di sejumlah lokasi sasaran di Aceh Utara.

Program trauma healing ini mengusung pendekatan Adventure Based Counseling, yaitu konseling berbasis petualangan dan permainan. Berbagai permainan (games) dirancang secara sistematis, mulai dari tahap awal, inti, hingga penutup, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta.

Dipimpin oleh Prof. Dr. Nandang Rusmana, M.Pd, beserta dosen dan mahasiswa Prodbk UPI, tim ini menghadirkan trauma healing melalui mewarnai, permainan edukatif, pengenalan matematika “vaksin matematika”, serta sesi pemulihan psikologis. Kolaborasi lintas institusi ini menciptakan suasana belajar menyenangkan dan aman, membantu anak mengatasi trauma serta membangkitkan motivasi belajar pascabencana.

Di penghujung rangkaian kegiatan tersebut, Prof. Nandang menyampaikan pesan mendalam bahwa acara ini bukan sekadar merupakan kegiatan sosial belaka, melainkan merupakan manifestasi nyata dari tanggung jawab mulia yang diemban oleh perguruan tinggi. Sebagai institusi pendidikan tinggi, perguruan tinggi memiliki kewajiban moral dan sosial untuk senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam situasi krisis seperti bencana alam, guna memberikan kontribusi dampak yang kongkret dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat manusia, terutama bagi generasi muda seperti anak-anak yang paling rentan terdampak. (Kontributor: Prodbk)