
Aceh Utara, UPI
Tim Program Pengembangan Bakat dan Kreativitas (Prodbk) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar serangkaian kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir di Aceh Utara. Program Adventure Based Counseling (ABC) ini melibatkan dosen, alumni, dan mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling UPI yang dipimpin Prof. Dr. Nandang Rusmana, M.Pd.
Beberapa kegiatan yang dilakukan tim di wilayah terdampak bencana di hari Sabtu, 31 Januari 2026, 150 anak usia dini hingga remaja di Dusun Pasi, Muara Batu, mengikuti kegiatan pembelajaran kolaboratif bersama FKIP Universitas Malikussaleh (Unimal_ dan Rangkang Pustaka. Kegiatan mencakup mewarnai, permainan edukatif, pengenalan matematika “vaksin matematika”, dan beberapa aktivitas untuk memulihkan trauma di tenda pengungsian BNPB.
Hari kedua, Minggu, 1 Februari 2026 Tim UPI menjangkau 80 kepala keluarga pengungsi Dusun Lhok Pungki di Gampong Gunci, Kecamatan Sawang. Pelaksanaan sesi ini difokuskan dengan beragam kegiatan untuk membangun solidaritas melalui permainan kelompok, interaksi reflektif, dan ruang berbagi emosi untuk turut meringankan beban trauma yang dialami oleh saudara-saudara kita di pengungsian. Keesokan harinya, Senin, 2 Februari 2026 sekitar lebih dari 50 anak usia dini hingga remaja di Kecamatan Langkahan terlibat dalam aktivitas reflektif berbasis alam terbuka. Program ini menekankan pengembangan kemampuan mengolah emosi, serta berpikir kritis melalui permainan kolaboratif dan proses refleksi pengalaman.

Kegiatan pada hari Selasa, 3 Februari 2026, Tim relawan UPI berlanjut di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, 43 relawan dari Rangkang Pustaka, YSAP, SABIR Bireuen, Unimal, Gerakan Perempuan Aceh Utara-Lhokseumawe, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan komunitas lain mengikuti ToT Adventure Based Counseling (ABC). Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah Jamaludin, M.Pd. Pelatihan ini mencakup simulasi beragam aktivitas permainan edukatif seperti Lingkaran Besar, “Shake Hand”, Rumah Kangguru, “How Long How High”, “Alligator Alley”, “Traffic Jam”, dan “Pyramid”.
Semua kegiatan dilakukan sesuai kerangka kerja yang telah disusun oleh tim relawan yang terdiri atas tahap beginning (membangun rasa aman), transition (adaptasi kelompok), working (penguatan coping skill), dan termination (refleksi pengalaman). Keseluruhan kegiatan dilaksanakan oleh tim lapangan yang terdiri dari Prof. Nandang Rusmana, Dr. Aam Imaddudin, M.Pd, Ahmad Zaky Firsa, S.Pd dan Adri Mochammad Ihsan, S.Pd, serta didukung juga oleh relawan dari unsur mahasiswa, Khalila Ainul Fathiyah, Nur Syifa Kuranawati, Raisa Putri Listiawati, dan Azmi Fauzan Rabbani .
Selain itu, tim juga melakukan workshop konseling berbasis game di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang ditandai penandatanganan nota kesepakatan (MoA) antara Universitas Pendidikan Indonesia dan UIN Sultanah Nahrasiyah. Sekaitan dengan rangkaian kegiatan ini. Prof. Nandang Rusmana menegaskan, “Pendidikan dan pendampingan psikososial menjadi kunci pemulihan jangka menengah pascabencana. Kolaborasi lintas institusi ini wujud komitmen nyata UPI membantu Masyarakat, utamanya Masyarakat yang terdampak bencana di Aceh Utara. Keseluruhan program ini pun turut didukung pemerintah daerah Aceh Utara dan BNPB demi memberikan secercah senyum dalam bentuk pembelajaran menyenangkan sekaligus memulihkan rasa aman anak-anak korban bencana. Di tengah puing-puing kenangan pilu bencana, tawa ceria anak-anak kembali bergema, menjadi harapan baru bagi masa depan Aceh Utara yang lebih tangguh. (Kontributor: Aam Imaddudin)

