
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat komitmennya sebagai kampus ramah lingkungan (green campus) melalui program pengelolaan sampah mandiri. Pada Jumat (24/4/2026), Biro Aset dan Lingkungan bersama Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) menggelar kegiatan Studi Praktik Pengelolaan Sampah di lingkungan FPOK UPI.
Acara yang dinisiasi oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Tri Indri Hardini, ini diikuti oleh para petugas kebersihan dan pengelola lingkungan dari berbagai unit kerja di UPI, dengan tujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UPI dalam memperkuat implementasi konsep green campus melalui pengelolaan sampah mandiri di tingkat unit. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik pemilahan sampah, pengolahan limbah organik dan anorganik, hingga pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai guna seperti kompos, pupuk organik cair (POC), dan maggot sebagai pakan ternak. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong praktik keberlanjutan yang selaras dengan upaya pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Tri Indri Hardini, menyampaikan bahwa praktik pengelolaan sampah yang dikembangkan di tingkat fakultas dapat menjadi model bagi unit lain dalam membangun budaya keberlanjutan di lingkungan kampus, beberapa Fakultas yang telah sukses menerapkan diantaranya FPOK, FPMIPA, serta FPIPS.
“Praktik baik seperti yang dikembangkan di FPOK, FPMIPA, dan FPIPS menunjukkan bahwa inovasi lingkungan bisa dimulai dari hal-hal yang dekat dengan keseharian kampus. Ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya keberlanjutan,” ujarnya.
Kepala Biro Aset dan Lingkungan UPI, Antonius Kelikawe, menjelaskan bahwa pelatihan ini penting mengingat keterbatasan daya tampung tempat pembuangan akhir (TPA), sehingga pengelolaan sampah perlu dilakukan secara mandiri di lingkungan kampus, selain itu edukasi telah dilakukan juga terhadap pengelola kantin agar dapat memisahkan sampah dari hulu.
“Seluruh sampah yang ada di UPI harus dikelola secara mandiri. Melalui pelatihan ini, peserta memahami bahwa sampah tidak hanya menjadi beban, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika diolah dengan baik, juga kami telah memberikan edukasi terhadap para pengelola kantin agar mereka dapat memilah sampah dan membaginya sesuai kategori” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan FPOK UPI, Prof. Komarudin yang juga bertindak sebagai pemateri dalam kegiatan Studi Praktik Pengelolaan Sampah ini, menambahkan bahwa pengolahan sampah organik dilakukan melalui metode fermentasi sederhana yang dapat diterapkan secara praktis di lingkungan kampus maupun rumah tangga.
“Sampah organik seperti sisa makanan dan daun dapat diolah menjadi kompos dan pupuk cair yang bermanfaat. Hal terpenting adalah membangun kesadaran seluruh sivitas akademika untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya,” jelasnya.
Kegiatan ini juga mendorong peserta untuk menjadi agen penggerak di unit masing-masing dalam menerapkan praktik pengelolaan sampah yang lebih sistematis. Selain mendukung kebersihan lingkungan kampus, upaya ini turut berkontribusi pada pengurangan volume sampah dan penguatan budaya konsumsi yang lebih bertanggung jawab di lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, UPI menegaskan komitmennya dalam membangun kampus yang berkelanjutan serta mendorong partisipasi aktif seluruh sivitas akademika. Ke depan, praktik pengelolaan sampah ini diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas di seluruh unit kerja sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (RK)

