Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Global Citizenship Education Cooperation Center (GCC Indonesia) mempertegas komitmennya dalam kancah pendidikan internasional. UPI sukses menyelenggarakan International Joint Academic Discussion on Global Citizenship Education (GCED) yang melibatkan dua mitra strategis: Chung-Ang University (CAU) dari Korea Selatan dan Pontifical Catholic University of Rio Grande do Sul (PUCRS) dari Brasil.

Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Selasa (28/4/2026) ini mengangkat tema “Cultural Diversity and Global Citizenship”. Forum ini menjadi ruang dialog lintas budaya yang dinamis, mempertemukan perspektif dari Asia dan Amerika Latin dalam satu platform akademik.

Diskusi ini diikuti oleh delegasi kuat dari ketiga universitas, dengan rincian peserta sebagai berikut Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menghadirkan 28 mahasiswa Magister Pendidikan Kewarganegaraan FPIPS, didampingi oleh jajaran pimpinan GCC Indonesia termasuk Director Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., dan Deputy Director Prof. Ace Suryadi, M.Sc., Ph.D. Chung-Ang University (CAU) diwakili oleh Dr. You-Kyung Byun beserta 15 mahasiswa program magister International Studies. PUCRS Brasil dihadiri oleh Prof. Dr. João Jung bersama 8 mahasiswa magister bidang International Politics.

Agenda utama diskusi dibagi menjadi tiga tahap: group presentation, breakout sessions, dan general discussion. Mahasiswa CAU memaparkan tiga proyek riset yang merefleksikan dinamika globalisasi dalam keseharian, yaitu Pasokan daging halal (halal meat supply). Eksistensi restoran etnik (ethnic restaurants). Peran media sosial dalam keberagaman.

Sesi breakout room menjadi inti dari interaksi ini. Sebanyak 28 mahasiswa UPI dan delegasi PUCRS memberikan perspektif perbandingan internasional terhadap kasus-kasus tersebut. Diskusi dipandu oleh moderator ahli dari GCC Indonesia, yakni Prof. Eri Kurniawan, M.A., Ph.D., Cepri Maulana, M.Pd., dan Dr. R. M. Johan Johor Mulyadi, M.H.

Dalam sambutannya, Director of GCC Indonesia, Prof. Dr. Dasim Budimansyah, menekankan bahwa kewarganegaraan global bukan sekadar terpapar pada keberagaman, melainkan bagaimana individu meresponsnya secara bertanggung jawab.

“Kasus-kasus yang dibahas mencerminkan spektrum praktik kewarganegaraan global sehari-hari. Isu akses makanan halal berkaitan dengan inklusivitas, sementara media sosial menantang kita membangun keterbukaan di tengah algoritma digital,” ujar Prof. Dasim.

Beliau juga memperkenalkan konsep civic sensibility—kemampuan menghubungkan pengetahuan, nilai, dan tindakan dalam menghadapi isu global. Menurutnya, pendidikan GCED adalah kunci untuk membentuk generasi yang reflektif dan aktif dalam masyarakat global.

Kegiatan ini memberikan dampak signifikan bagi mahasiswa UPI dalam memperluas wawasan internasional dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui kolaborasi nyata.

Melalui forum ini, GCC Indonesia menegaskan posisinya sebagai penggerak utama dalam mengembangkan praktik pendidikan kewarganegaraan yang inklusif dan transformatif di tingkat dunia. Sinergi antara Indonesia, Korea Selatan, dan Brasil ini diharapkan terus berlanjut guna menciptakan ekosistem pendidikan global yang lebih kuat. (DN)