Bandung, UPI

Menjadi warga dunia bukan berarti harus kehilangan jati diri sebagai orang Sunda. Semangat itulah yang diusung dalam pelatihan GCED Orientation Workshops for School Leaders and Teacher Coordinators bertajuk “Menjadi Warga Dunia Berkarakter Pancawaluya” yang digelar di Gedung Guru Jabar, Bandung, 6–7 Mei 2026.

Acara ini merupakan kolaborasi apik antara GCC Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan PGRI Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 90 peserta yang terdiri dari kepala sekolah hingga guru perwakilan dari 10 SMA/SMK PGRI se-Jawa Barat berkumpul untuk merumuskan Dalam sambutannya, Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat, Abah Haji Akhmad Juhana, S.Pd., M.M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini sangat strategis dalam upaya mempersiapkan siswa menjadi warga dunia yang tetap berakar pada karakter Pancawaluya, yaitu Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan fondasi penting bagi generasi muda Jawa Barat agar mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas budaya dan moralnya.

Beliau juga menegaskan komitmen PGRI Jawa Barat untuk mengawal sepuluh SMA/SMK peserta pelatihan agar berkembang menjadi sekolah model implementasi Global Citizenship Education (GCED) berbasis Pancawaluya di Jawa Barat.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Agus Setiabudi, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran GCC Indonesia sebagai pusat kerja sama pendidikan kewarganegaraan global UPI dalam mempelopori model-model pendidikan strategis untuk mempersiapkan generasi muda sebagai warga global yang tetap mencerminkan nilai-nilai karakter Pancawaluya.

Menurutnya, perguruan tinggi sejatinya harus menjadi pihak terdepan dalam menerapkan kepakaran akademiknya di masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Dengan demikian, berbagai model dan produk akademik yang dikembangkan dapat memperoleh bukti empirik untuk terus disempurnakan melalui mekanisme ilmiah dan praktik pendidikan nyata.

Director GCC Indonesia, Prof. Dr. Dasim Budimansyah, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis GCC Indonesia untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan pendidikan dalam menghadapi tantangan global abad ke-21, seperti disrupsi teknologi, krisis lingkungan, hoaks, dan polarisasi sosial. 

Ia menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini bukan hanya soal pengetahuan, tetapi bagaimana pendidikan mampu membentuk karakter dan tindakan nyata peserta didik. Karena itu, pelatihan ini mengintegrasikan pendekatan Global Citizenship Education (GCED), nilai-nilai Pancasila, dan Pancawaluya sebagai local genius Jawa Barat. 

Selama dua hari, para guru tidak hanya duduk mendengarkan ceramah. Mereka diajak praktik langsung menggunakan model belajar RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create). Peserta dibekali modul digital yang nantinya akan diterapkan di sekolah masing-masing selama lima minggu melalui sistem blended learning.

Nantinya, para siswa di sekolah percontohan ini akan ditantang melakukan aksi sosial yang nyata. Puncaknya adalah pameran karya siswa dengan tema yang sangat inspiratif: “Dari Tatar Sunda untuk Dunia.”

Melalui inisiatif ini, UPI dan PGRI Jabar berharap lahir generasi muda yang berakar kuat pada budaya lokal, berpegang teguh pada Pancasila, namun memiliki pemikiran luas selayaknya warga dunia. (DN)