Bandung, UPI

Mustika Fitri, M.Pd., menjadi satu-satunya perempuan yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam rangkaian Pengukuhan Guru Besar Tahun 2026 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Prosesi pengukuhan berlangsung di Gedung Ahmad Sanusi, Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudi Nomor 229 Bandung, Jumat (8/5/2026).

Pada tahun ini, UPI mengukuhkan 14 Guru Besar dari berbagai disiplin ilmu selama dua hari pelaksanaan, Kamis–Jumat, 7–8 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, Prof. Mustika Fitri menjadi satu-satunya perempuan yang memperoleh pengukuhan profesor dengan bidang kepakaran Sosiologi Olahraga Masyarakat Berbasis Gender.

Dalam kesempatan wawancara usai prosesi pengukuhan, Prof. Mustika menyampaikan bahwa perjalanan menuju jabatan akademik tertinggi tersebut tidak hanya dibangun melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pengalaman panjang di tengah masyarakat, khususnya di bidang olahraga masyarakat.

“Jauh sebelum kuliah S1 di UPI, saya sudah bergerak langsung di olahraga masyarakat. Sekitar tahun 1988 saya menjadi instruktur aerobik di Telkom dan kawasan Gasibu,” ujarnya.

Selain aktif sebagai akademisi, Prof. Mustika juga terlibat dalam berbagai organisasi olahraga, di antaranya KONI Jawa Barat, KONI Kota Bandung, serta Asosiasi Instruktur Aerobik (ASIAFI) Jawa Barat. Saat ini, ia juga dipercaya sebagai Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Persani Jawa Barat.

Menurutnya, pengukuhan Guru Besar menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi keilmuan yang selama ini telah dijalani secara konsisten, terutama dalam isu olahraga masyarakat berbasis gender.

“Bidang kepakaran saya adalah Sosiologi Olahraga Masyarakat Berbasis Gender. Jadi, gelar ini sangat relevan dengan apa yang sudah saya titi sejak tahun 1980-an hingga sekarang. Ini adalah bentuk konsistensi pengabdian saya,” katanya.

Prof. Mustika juga mengungkapkan rasa syukurnya menjadi satu-satunya perempuan dalam prosesi pengukuhan Guru Besar tahun ini. Ia menilai hal tersebut menjadi motivasi bagi dosen-dosen perempuan di lingkungan UPI untuk terus berkembang dan mencapai jenjang akademik tertinggi.

“Saya yakin, ke depannya FPOK akan melahirkan banyak profesor perempuan baru yang jauh lebih muda. Potensi dosen-dosen perempuan di UPI sangat besar,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI memiliki banyak dosen perempuan potensial, terutama pada program studi keperawatan, gizi, dan bidang lainnya yang terus berkembang.

Pengukuhan Guru Besar Tahun 2026 menjadi bagian dari komitmen UPI dalam memperkuat budaya akademik dan regenerasi keilmuan di lingkungan perguruan tinggi. Kehadiran Prof. Mustika Fitri sebagai satu-satunya profesor perempuan tahun ini juga mencerminkan kontribusi perempuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan olahraga di Indonesia. (RK/Rija/DN)