
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) menggelar Seminar Pengembangan Grup Riset hari kedua yang berfokus pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), Rabu (10/6/2026), di Auditorium Gedung Sekolah Pascasarjana UPI. Kegiatan ini diikuti puluhan peneliti dari berbagai fakultas dan unit akademik di lingkungan UPI sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset yang berdampak dan berkelanjutan.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar UPI, yakni Prof. Dr. Ade Gafar Abdullah, S.Pd., M.Si. dari UPI, Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si. dari Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Andi Hamim Zaidan, M.Si., Ph.D. dari Universitas Airlangga. Kehadiran para pakar tersebut bertujuan berbagi praktik baik dalam pengelolaan grup riset, pengembangan inovasi, hingga strategi hilirisasi hasil penelitian.
Direktur DPPM UPI, Prof. Dr. Hj. Ida Hamidah, M.Si., menjelaskan bahwa pengembangan grup riset STEM merupakan langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan bangsa melalui penelitian dan inovasi yang lebih terarah.
“Pembentukan grup riset ini tentu ingin menjawab tantangan yang ada di masyarakat, terutama tantangan yang diberikan oleh pemerintah. Meskipun UPI memiliki kekuatan utama di bidang pendidikan, kita juga memiliki pakar-pakar yang unggul di bidang STEM,” ujarnya.
Menurut Prof. Ida, selama ini luaran riset UPI masih didominasi publikasi ilmiah. Ke depan, universitas mendorong agar hasil penelitian dapat menghasilkan paten, produk inovasi, hingga proses hilirisasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan dunia industri.

“Dari hasil riset dan inovasi dihasilkan sebuah produk. Produknya bisa dihilirisasi, dijual, atau bahkan dibentuk menjadi startup. Manfaat yang diperoleh kemudian dapat kembali digunakan untuk mendukung riset berikutnya sehingga tercipta siklus yang berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan riset STEM adalah pendanaan. Namun demikian, peluang kolaborasi dengan berbagai mitra eksternal dinilai dapat menjadi solusi untuk memperluas dukungan terhadap kegiatan penelitian.
DPPM juga berkomitmen melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada lebih dari 200 grup riset yang telah terbentuk di lingkungan UPI. Pendampingan tersebut meliputi koordinasi, pemantauan, evaluasi kinerja, hingga pemberian insentif bagi grup riset yang produktif dan menghasilkan luaran yang berdampak.
Selain memperkuat kualitas penelitian, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya UPI membangun budaya kolaborasi dengan perguruan tinggi lain yang tergabung dalam Riset Kolaborasi Indonesia. Para narasumber dipilih berdasarkan kepakaran dan rekam jejak mereka dalam menghasilkan inovasi yang berhasil diterapkan di masyarakat.
Melalui seminar ini, UPI berharap para ketua dan anggota grup riset semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas penelitian, menghasilkan inovasi yang bernilai tambah, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional. Upaya tersebut sekaligus sejalan dengan komitmen UPI dalam mendorong riset berkualitas yang berdampak bagi masyarakat, industri, dan kemajuan ilmu pengetahuan. (RK/Rija)

