Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan delegasi dari Technische Universität Dresden (TU Dresden), Jerman, pada Kamis (18/6/2026), untuk membahas peluang kerja sama strategis dalam penguatan pendidikan keteknikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang rekayasa. Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari pengembangan program gelar bersama (joint degree), pembentukan International Society for Engineering Pedagogy (IGIP) Training Center di UPI, hingga penguatan jejaring pendidikan keteknikan di kawasan Asia Tenggara.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Rektorat UPI tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kemitraan Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., Dekan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., serta delegasi TU Dresden yang dipimpin oleh Prof. Dr. Hanno Hortsch. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya UPI memperkuat internasionalisasi pendidikan vokasi dan keteknikan melalui kolaborasi global.

Dalam diskusi, Prof. Hortsch menyampaikan ketertarikannya terhadap perkembangan bidang mekatronika di Indonesia. Menurutnya, pendidikan keteknikan memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi untuk mendorong kemajuan teknologi dan rekayasa.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana pengembangan Joint Degree Program in Vocational Education antara UPI dan TU Dresden. Program tersebut sebenarnya telah dirintis sejak 2024, namun implementasinya masih memerlukan penyesuaian terkait kurikulum dan kalender akademik kedua institusi.

Selain itu, kedua pihak juga mendiskusikan peluang pembentukan IGIP Training Center di UPI. Kehadiran pusat pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah peningkatan kompetensi dosen dan pendidik keteknikan melalui sertifikasi internasional di bidang engineering pedagogy. Model serupa sebelumnya telah diterapkan oleh King Mongkut’s University of Technology North Bangkok (KMUTNB), Thailand, dan dinilai dapat menjadi referensi dalam proses pendiriannya di UPI.

Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menyoroti pentingnya mempelajari praktik baik yang telah dilakukan institusi lain dalam membangun pusat pelatihan serupa.

“Kita perlu melihat model implementasi yang telah berhasil dilakukan perguruan tinggi lain, namun tetap harus menyesuaikannya dengan visi, kebutuhan, dan arah pengembangan pendidikan keteknikan yang dimiliki UPI,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kemitraan UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., mengungkapkan peluang dukungan pendanaan dari berbagai mitra di Jerman.

“Kami juga melihat kemungkinan dukungan pendanaan dari Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) maupun mitra Jerman lainnya untuk mendukung implementasi program-program kerja sama ini,” katanya.

Dalam sesi diskusi, delegasi TU Dresden menjelaskan bahwa pembentukan National Section dan IGIP Training Center memerlukan sejumlah tahapan, antara lain kepemilikan keanggotaan individu IGIP, penetapan institusi tuan rumah, pembentukan struktur organisasi nasional, penyusunan kurikulum berbasis prototipe IGIP, hingga asesmen dan akreditasi oleh International Monitoring Committee IGIP.

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan awal, di antaranya perlunya analisis kebutuhan pendidik keteknikan di Indonesia, penyelarasan kurikulum dengan sumber daya yang tersedia, serta kajian praktik pendirian pusat pelatihan sebagai landasan implementasi program di UPI. Sebagai tindak lanjut, UPI akan menjajaki komunikasi lebih lanjut dengan KMUTNB untuk melakukan studi komparatif terkait tahapan pendirian IGIP Training Center.

Melalui inisiatif ini, UPI berharap dapat memperkuat posisinya sebagai institusi yang aktif mendorong internasionalisasi pendidikan keteknikan, memperluas jejaring akademik global, serta berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidik teknik di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen UPI dalam menghadirkan pendidikan berkualitas melalui kolaborasi internasional yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia. (RK/Rija)