
Jakarta, UPI
Delegasi tingkat tinggi dari The Education University of Hong Kong (EdUHK) bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan kunjungan kerja resmi ke Kantor Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Pertemuan strategis ini bertujuan untuk memohon dukungan penuh dari pemerintah terkait rencana pendirian Joint Center for English Language Education and Leadership. Pusat kolaborasi internasional tersebut rencananya akan berkedudukan di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) UPI, Bandung, Jawa Barat.
Joint Center ini diproyeksikan menjadi katalisator penting dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045. Fokus utamanya adalah mengintegrasikan pengajaran Bahasa Inggris yang inovatif dengan pengembangan kepemimpinan (leadership) pendidikan di tingkat sekolah dasar dan menengah.
Sinergi ini membawa optimisme baru mengingat rekam jejak kedua institusi EdUHK: Menempati peringkat ke-7 di dunia dan ke-2 di Asia untuk jurusan Pendidikan (Education) berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026. UPI: Universitas pionir dan unggulan dalam bidang kependidikan di Indonesia.
Kunjungan ini dihadiri langsung oleh pimpinan tertinggi EdUHK, Professor John LEE Chi Kin (President EdUHK), didampingi Dr. HO Chun Sing Maxwell, Dr. Faye WANG Yifei, Miss Gloria GUO Xiaoxin, dan Associate Professor Ju Seong Lee. Sementara delegasi UPI dipimpin oleh Dekan FPBS Prof. Dr. Wawan Gunawan, didampingi Dr. Yanty Wirza, Prof. Dr. Emi Emilia, dan Dr. Ari Arifin D.
Dalam diskusi tersebut, tim delegasi memaparkan bahwa Joint Center ini akan berkontribusi langsung pada tiga pilar utama kurikulum dan pendidikan nasional diantaranya, Kompetensi Global: Membekali generasi muda dengan kemampuan komunikasi internasional agar mampu bersaing di kancah global. Pemerataan (Equity) dan Akses: Memastikan metodologi pengajaran Bahasa Inggris terbaik menjangkau guru-guru di pelosok daerah, bukan hanya di perkotaan, guna menghapus kesenjangan kualitas pendidikan. Mendukung Kurikulum Merdeka: Menyediakan strategi pengajaran berbasis projek (project-based learning) yang berpusat pada siswa (student-centered learning).
Wamen Dikdasmen menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif internasional ini. Pemerintah menegaskan siap memfasilitasi agar program ini terintegrasi dengan Program Peningkatan Kompetensi Guru Berkelanjutan (PKB).
“Kami sangat mendukung inisiatif pembentukan Joint Center ini. Salah satu hal penting yang dapat difasilitasi adalah meningkatkan content knowledge pada guru, baik Bahasa Inggris maupun pelajaran lainnya. Bahasa Inggris siswa harus ditingkatkan sehingga menjadi alat komunikasi yang efektif,” ujar Wamen Dikdasmen di sela-sela diskusi.
Wamen Dikdasmen juga berharap program-program yang dilahirkan oleh kerja sama EdUHK dan UPI ini tidak sekadar menjadi kajian di atas kertas, melainkan bisa langsung menyentuh dan diterapkan oleh para guru di dalam kelas. (Yanty Wirza)

