Magdeburg, UPI

Dalam rangka memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional, dosen Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK) Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Workshop Membatik Shibori di Otto von Guericke University Magdeburg, Jerman. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional ini berlangsung pada 11–16 Juni 2026.

Ajang ini diikuti oleh 20 mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh studi di Jerman serta sejumlah mahasiswa internasional dari berbagai negara. Untuk memperluas jangkauan kebudayaan, UPI menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Pasundan (Unpas) dalam kolaborasi tiga perguruan tinggi ini.

Workshop berbasis praktik langsung (experiential learning) ini mengenalkan teknik membatik shibori salah satu metode pewarnaan kain resist dyeing, sebagai media pembelajaran lintas budaya. Melalui teknik lipat, ikat, dan jepit, para peserta diajak mengeksplorasi pembuatan motif seni kriya tekstil secara mandiri.

Proyek pengabdian internasional ini dipimpin oleh Prof. Dr. Isma Widiaty, M.Pd., didampingi tim ahli UPI yakni Prof. Dr. Cica Yulia, M.Si., dan Wakil Dekan Sekolah Pascasarjana UPI, Prof. Dr. Ade Gafar Abdullah, M.Si. Sinergi antar-kampus diperkuat oleh Dr. Raya Sulistyowati, M.Pd. (Unesa) dan Prof. Dr. Irma Rachmawati Maruf, M.H. (Unpas), serta dibantu tiga mahasiswa Pascasarjana PTK UPI sebagai fasilitator lapangan.

“Warisan budaya akan tetap hidup apabila terus dipelajari, dipraktikkan, dan dibagikan kepada masyarakat dunia. Workshop ini dihadirkan sebagai ruang pembelajaran yang mempertemukan berbagai latar belakang budaya,” ujar Ketua Tim PkM, Prof. Dr. Isma Widiaty, M.Pd.

Sesuai dengan visi program pengabdian “Berdampak” UPI, kegiatan ini dirancang untuk menghasilkan luaran yang berkelanjutan. Di samping mentransfer keterampilan teknis, kegiatan ini diarahkan untuk membangun kesadaran global bahwa seni kriya tekstil tradisional berpotensi besar dalam menggerakkan roda industri kreatif.

Pelaksanaan workshop ini sejalan dengan komitmen UPI bersama Unesa dan Unpas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi pada Tujuan 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan pertukaran budaya, Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan ekosistem industri kreatif berbasis kriya tekstil, Tujuan 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pelestarian warisan budaya, Tujuan 12 (Responsible Consumption and Production) melalui praktik kreatif yang berkelanjutan, serta Tujuan 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi akademik internasional lintas perguruan tinggi.

Ke depan, hasil kerja sama tiga perguruan tinggi ini direkomendasikan untuk dikembangkan menjadi program jangka panjang. Langkah taktis yang disiapkan meliputi penyusunan modul pembelajaran kriya tekstil bersama, perluasan kemitraan dengan universitas mitra di daratan Eropa, serta pelibatan aktif diaspora Indonesia di luar negeri.

Melalui kesuksesan di Jerman ini, UPI, Unesa, dan Unpas menegaskan peran strategis institusi pendidikan tinggi tidak hanya sebagai pusat akademis, tetapi juga sebagai agen pelestarian budaya yang mampu membangun jejaring inklusif di lingkungan akademik internasional. (DN)