
Cimahi, UPI
Tim Peneliti Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Studi Pendidikan Masyarakat menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kota Cimahi pada Jumat (26/6). Diskusi kelompok terpumpun bertajuk “Implementasi Model Pelatihan CEFE dalam Mendorong Transformasi Digital UMKM di Kota Cimahi” ini bertujuan mengembangkan model pelatihan kewirausahaan berbasis digital guna menggenjot daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Langkah ini merupakan bagian dari riset lapangan untuk memadukan metode Competency-based Economies through Formation of Enterprise (CEFE) dengan pemanfaatan teknologi modern. Melalui program ini, UPI berupaya menghadirkan solusi konkret dalam membantu UMKM menghadapi tantangan era digital.
Riset ini dipimpin oleh Dr. Cucu Sukmana, M.Pd., dengan beranggotakan Dr. Eko Sulistiono, M.Pd. dan Sodikin, Ph.D. Dalam pelaksanaannya, tim peneliti menggandeng mitra lokal, yakni Komunitas UMKM CKEPO Kota Cimahi, yang dihadiri langsung oleh perwakilan pengurus komunitas, Wawan.
Kegiatan ini memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM, khususnya dalam meningkatkan literasi digital, kemampuan pengelolaan usaha, pemasaran digital, serta pemanfaatan berbagai platform teknologi untuk mendukung keberlanjutan usaha. Hasil diskusi diharapkan menjadi dasar pengembangan model pelatihan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan UMKM sehingga mampu memperkuat ekosistem kewirausahaan lokal di Kota Cimahi.

Kegiatan ini merupakan pengejawantahan dari “Program Berdampak UPI”, di mana perguruan tinggi didorong untuk melahirkan penelitian dan pengabdian yang menyelesaikan persoalan sosial-ekonomi masyarakat secara nyata. Selain itu, inisiatif ini juga dirancang untuk mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi masyarakat dalam bidang kewirausahaan dan teknologi digital, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung inovasi dan daya saing usaha.
Berdasarkan data dan aspirasi yang digali langsung dari para pelaku UMKM selama diskusi, tim peneliti merumuskan sejumlah strategi penguatan pascapelatihan yang krusial untuk segera diimplementasikan.
“Diperlukan strategi berupa peningkatan pendampingan pascapelatihan, pengembangan jejaring pemasaran digital, serta kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, komunitas UMKM, pemerintah daerah, dan sektor swasta,” tulis Tim Peneliti FIP UPI dalam keterangan resminya.
Langkah tersebut dinilai mendesak agar proses transformasi digital tidak mandek sebagai teori di ruang pelatihan saja, melainkan berlanjut pada praktik yang meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha.

Ke depan, luaran dari penelitian ini ditargetkan mampu menghasilkan model konseptual pelatihan CEFE berbasis digital yang adaptif. Model ini nantinya akan direkomendasikan kepada para pemangku kebijakan (stakeholders) sebagai acuan dalam merancang program pemberdayaan UMKM yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan. (DN)

