
Bandung, UPI
Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) menggelar aksi nyata untuk menekan angka stunting dengan menyasar para ibu hamil di Kabupaten Bandung. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), FK UPI memberikan edukasi serta pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Mandalasari, Kecamatan Cikancung, Rabu (30/6/2026).
Kegiatan bertajuk “Deteksi Dini Faktor Risiko Kehamilan dalam Upaya Pencegahan Stunting” ini difokuskan pada skrining anemia, pengecekan status gizi, dan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) janin.
Sebanyak 30 ibu hamil di Desa Mandalasari antusias mengikuti jalannya pemeriksaan. Bekerja sama dengan pemerintah desa dan kader Posyandu setempat, tim FK UPI memantau langsung kondisi fisik dan perkembangan janin para peserta.
Tidak hanya pemeriksaan medis, para ibu hamil juga mendapatkan pembekalan intensif mengenai Pemenuhan nutrisi esensial selama masa kehamilan, Langkah preventif mencegah anemia (kekurangan darah), dan Panduan aktivitas fisik yang aman dan bermanfaat bagi kehamilan.
“Kehadiran para kader Posyandu menjadi jembatan penting untuk memastikan informasi kesehatan ini tersampaikan dengan baik, sekaligus melanjutkan pemantauan kesehatan para ibu di lingkungan desa setelah acara ini selesai,” tulis rilis resmi FK UPI.
Program ini dirancang bukan sekadar aksi sosial sesaat, melainkan bentuk dukungan konkret terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dicanangkan pemerintah. Secara spesifik, gerakan ini menyasar dua poin utama SDGs yaitu, Tujuan 3 (Good Health and Well-Being): Menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh usia, khususnya ibu dan anak. serta Tujuan 2 (Zero Hunger): Menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi melalui perbaikan status gizi masyarakat guna mencegah stunting sejak dini.
Aksi turun ke lapangan yang dilakukan oleh FK UPI ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah setempat. Kepala Desa Mandalasari, Ati Mulyati, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian FK UPI terhadap warganya.

“Program seperti ini sangat bermanfaat karena masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan (USG) gratis sekaligus edukasi langsung dari ahlinya. Kami berharap kegiatan serupa bisa rutin dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak warga,” ujar Ati.
Melalui sinergi kuat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan kader posyandu, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi baru yang sehat, berkualitas, dan bebas dari ancaman stunting demi masa depan Indonesia yang lebih baik. (DN)

