
Cebu, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi memperluas jejaring internasionalnya di Asia Tenggara. UPI menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Leyte Normal University (LNU), Filipina, di sela-sela agenda 21st AsTEN Presidential Meeting di Cebu, Filipina, Rabu (1/7/2026).
Penandatanganan kemitraan strategis ini dilakukan langsung oleh Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., bersama Presiden Leyte Normal University, Dr. Gil Nicetas B. Villarino.
Kedua perguruan tinggi sepakat mengembangkan program kolaboratif adaptif yang mencakup tiga bidang utama: dosen tamu, kerja sama penelitian dan publikasi; serta pertukaran mahasiswa. Kesepakatan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pengajaran, penelitian, dan pengalaman internasional bagi sivitas akademika kedua institusi.
Salah satu poin penting dalam PKS adalah penekanan kerja sama lintas-prodi, termasuk Program Studi Pariwisata. Kolaborasi untuk prodi pariwisata meliputi Pengembangan kurikulum bersama yang mengintegrasikan pendekatan pariwisata berkelanjutan dan pengelolaan destinasi budaya.
Pertukaran dosen di bidang kepariwisataan untuk memberikan kuliah tamu, lokakarya, dan pelatihan praktik lapangan. Program pertukaran mahasiswa jangka pendek (student mobility) dan research immersion yang memungkinkan mahasiswa pariwisata dari kedua belah pihak melakukan studi kasus terkait komunitas wisata, pelestarian warisan budaya, dan pemasaran destinasi.
Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., mengungkapkan bahwa penandatanganan di Filipina ini merupakan tindak lanjut konkret dari pertemuan awal yang sebelumnya telah diinisiasi di kampus UPI, Bandung.

“Kegiatan ini sangat penting bagi UPI untuk menambah jejaring mitra secara internasional mengingat Leyte Normal University merupakan salah satu universitas yang memiliki kesamaan dengan UPI. Salah satu implementasi dari MoU ini adalah pertukaran pelajar dimana untuk tahun depan UPI akan menjadi host program serta UPI juga akan mengirimkan dua dosen UPI untuk mengajar di Leyte Normal University”, ujarnya.
Perjanjian kerjasama ini tentunya diharapkan dapat mendorong kolaborasi berkelanjutan yang memberi manfaat langsung bagi pengembangan akademik, keterampilan lapangan mahasiswa pariwisata, serta kontribusi terhadap penelitian terapan yang berorientasi pada keberlanjutan sektor pariwisata regional. (DN)

