
Bandung, UPI
Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengambil langkah taktis untuk mendongkrak mutu pendidikan nonformal. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim pakar UPI menggelar “Pelatihan Tutor Kesetaraan Berbasis Kompetensi Transformasi Pembelajaran” bagi para pendidik Paket A, B, dan C di wilayah Kabupaten Bandung.
Langkah ini diambil sebagai respons nyata atas kondisi di lapangan. Kabupaten Bandung tercatat memiliki lebih dari 10 ribu tutor kesetaraan yang tersebar di berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Namun, mayoritas dari mereka masih menghadapi tantangan besar dalam penguasaan kurikulum kontekstual serta pemanfaatan teknologi pembelajaran mutakhir.
Kehadiran Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UPI dalam kegiatan ini tidak sekadar sebagai penyelenggara, melainkan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nonformal. Tim PKM yang diketuai oleh Dr. Cucu Sukmana, M.Pd., beranggotakan sejumlah Guru Besar FIP UPI, yakni Prof. Dr. H. Oong Komar, M.Pd., Prof. Dr. H. Jajat S. Ardiwinata, M.Pd., dan Prof. Dr. H. Mustofa Kamil, M.Pd., merancang program ini secara sistematis agar tutor kesetaraan memiliki kompetensi profesional, pedagogis, sosial, dan kepribadian yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui pelatihan berbobot 32 Jam Pelajaran (JP) yang dirancang secara hybrid, UPI turut memastikan dampak program tidak berhenti pada seremoni pembukaan semata. Para tutor dibekali kemampuan memahami perangkat pembelajaran secara mandiri, mengaplikasikan metode pembelajaran kolaboratif seperti Cooperative Learning, hingga menjalani uji simulasi mengajar (micro-teaching) sebagai bentuk pertanggungjawaban kompetensi yang diperoleh selama pelatihan berlangsung.

Program ini sejalan dengan semangat “kampus berdampak” yang diusung UPI, di mana kehadiran akademisi tidak hanya berhenti pada transfer teori di ruang kelas, tetapi menjangkau langsung persoalan mutu pendidikan di masyarakat. Dengan menyasar para tutor sebagai ujung tombak pendidikan kesetaraan, program ini diharapkan memberi efek berganda (multiplier effect) terhadap kualitas layanan belajar bagi ribuan warga belajar Paket A, B, dan C di Kabupaten Bandung, sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut.
Dari sisi keberlanjutan pembangunan, kegiatan ini juga selaras dengan sejumlah target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena secara langsung meningkatkan kompetensi pendidik nonformal demi pemerataan akses pendidikan yang bermutu. Program ini juga menyentuh SDG ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, tercermin dari sinergi yang dibangun antara UPI, Pemerintah Kabupaten Bandung, dan Forum PKBM setempat sebagai mitra strategis pelaksanaan program.
Sebagai tindak lanjut atas peran dan dampak yang telah dibangun, tim PKM UPI merekomendasikan beberapa langkah strategis. Pertama, pengelola PKBM diharapkan memfasilitasi para tutor alumni pelatihan untuk mengimplementasikan perangkat pembelajaran hasil rancangan ke dalam kelas kesetaraan yang sesungguhnya. Kedua, Forum Tutor PKBM Kabupaten Bandung disarankan melakukan pemantauan dan pembinaan lanjutan pascapelatihan, serta menjadikan modul hasil kerja kelompok peserta sebagai bank data referensi mengajar tingkat kabupaten. Ketiga, tim akademisi UPI berencana merancang program pendampingan atau supervisi klinis lapangan pada siklus berikutnya untuk mengevaluasi efektivitas penerapan hasil pelatihan terhadap motivasi dan hasil belajar warga belajar.
Secara teknis, rangkaian kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dalam pola kombinasi daring dan luring. Pembukaan secara daring berlangsung pada 29 Juni 2026 melalui platform Zoom Meeting dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Sesi ini dilanjutkan dengan penyampaian materi dasar teoretis oleh para pakar dari FIP UPI serta fase kerja mandiri terstruktur bagi peserta selama beberapa hari berikutnya. Puncak kegiatan berlangsung secara luring pada 7 Juli 2026 di Desa Jatisari, Kabupaten Bandung, yang dibuka secara resmi oleh Asisten Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, dilanjutkan pada 8 Juli 2026 dengan sesi penguatan materi dan simulasi praktik baik oleh para peserta yang terbagi ke dalam lima kelompok.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri oleh undangan dari berbagai unsur, di antaranya perwakilan pemerintahan daerah, praktisi Pendidikan Nonformal (PNF), akademisi dan dosen, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan UPI. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan dukungan luas terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan kesetaraan di Kabupaten Bandung.
Melalui kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah ini, program PKM Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UPI diharapkan dapat terus memberi kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi penguatan kapasitas tutor kesetaraan, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan masyarakat pembelajar (learning society) yang berkemajuan di Kabupaten Bandung. (DN)

