
Bandung, UPI
Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bergerak nyata dalam merespons tantangan transformasi pendidikan abad ke-21. Melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum, FIP UPI menyelenggarakan program intensif bertajuk Teacher Experimental Training bagi guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Bandung pada Kamis (9/7/2026).
Program ini dirancang khusus untuk memperkuat keterampilan pedagogis guru melalui tiga pilar utama: penguatan praktik Pembelajaran Mendalam (deep learning), penyusunan asesmen autentik, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi di ruang kelas yang berpusat pada murid.
Tim PkM diketuai oleh Della Amelia, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Dr. Budi Setiawan, M.Pd. dan Nurdiani Fathiraini, M.A. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum, yaitu Hafizh Khasyi Al Farizi, Nindah Halimatussadiyyah, dan M. Rizky Tristianto, yang berperan sebagai fasilitator selama rangkaian kegiatan berlangsung. Untuk memperkaya materi pelatihan, kegiatan ini juga menghadirkan Piksa Dewi Ekantiningsih, M.Pd. (Pengembang Kurikulum pada Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen) dan Dr. Azizah Nurul Khoirunnisa, M.Pd. (Tenaga Ahli Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen) sebagai narasumber.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi guru di Kabupaten Bandung, mulai dari perlunya penguatan kompetensi pedagogis, optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, hingga kebutuhan untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih berpusat pada murid. Melalui pendekatan Teacher Experimental Training, pelatihan tidak hanya berfokus pada penyampaian konsep, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar melalui praktik, refleksi, dan pendampingan secara langsung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan asesmen awal secara asinkronus melalui Google Form pada 2 Juli 2026 untuk memetakan pemahaman awal peserta. Selanjutnya, pelatihan daring dilaksanakan pada 3–4 Juli 2026 melalui Zoom Meeting. Pada sesi ini peserta memperoleh berbagai materi mengenai orientasi program, praktik pedagogis dalam kerangka Pembelajaran Mendalam, asesmen autentik dan holistik, pemanfaatan teknologi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta pemanfaatan platform digital untuk mendukung asesmen pembelajaran. Setiap sesi dirancang secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab sehingga peserta dapat mendalami konsep sekaligus mendiskusikan tantangan yang mereka hadapi dalam praktik pembelajaran di sekolah.
Setelah menyelesaikan sesi pelatihan daring dan tugas mandiri, peserta mengikuti workshop luring yang diselenggarakan pada 8 Juli 2026 di SDN Soreang 02. Workshop difokuskan pada pendampingan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis Pembelajaran Mendalam beserta instrumen asesmen yang relevan dengan karakteristik mata pelajaran dan kebutuhan murid. Selama workshop, peserta memperoleh pendampingan secara langsung dari tim PkM dalam menyusun dan menyempurnakan perangkat pembelajaran sehingga setiap guru mendapatkan bimbingan yang sesuai dengan konteks pembelajaran di sekolah masing-masing.

Kegiatan pelatihan berlangsung dengan lancar dan kondusif. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, baik pada sesi daring maupun workshop luring. Diskusi berlangsung aktif dengan peserta berbagi pengalaman pembelajaran di kelas, mengajukan berbagai pertanyaan, serta mendiskusikan strategi penerapan Pembelajaran Mendalam dan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Antusiasme tersebut juga terlihat pada saat workshop, ketika para guru secara aktif menyusun perangkat pembelajaran dan berkonsultasi secara langsung dengan tim PkM untuk menyempurnakan rancangan RPP yang dikembangkan.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kapasitas guru. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, serta mitra dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi wujud sinergi dalam menghadirkan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan satuan pendidikan. Diharapkan, kompetensi yang diperoleh para guru selama mengikuti Teacher Experimental Training dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sehingga mampu menghadirkan praktik pembelajaran yang lebih bermakna, inovatif, dan berpusat pada murid di sekolah masing-masing. (DN)

