
Bandung, UPI
Selama ini mereka belajar teori mengajar di ruang kuliah. Kini, saatnya berdiri di depan kelas dan merasakan langsung menjadi guru. Sebanyak 1.148 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi dilepas untuk mengikuti Program Penguatan Profesi Bidang Kependidikan Gerakan Mahasiswa Mengajar Jawa Barat (PROBIDIK GEMA Jabar) pada Senin (13/7/2026). Selama enam bulan ke depan, para mahasiswa akan ditempatkan di SMA dan SMK di berbagai wilayah Jawa Barat untuk melaksanakan praktik mengajar sekaligus membantu sekolah yang mengalami kekurangan guru mata pelajaran.
Prosesi pelepasan yang berlangsung secara hybrid di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Rektor UPI beserta pimpinan universitas, serta kepala sekolah dan guru pamong dari sekolah penerima program.
Bagi Muhammad Hasan Nasrullah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi UPI, program ini menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajarinya selama menjalani perkuliahan.
“Saya ingin mengimplementasikan ilmu yang telah saya dapatkan selama perkuliahan. Jurusan saya memang linier dengan bidang pendidikan, sehingga melalui GEMA Jabar ini saya bisa benar-benar menerapkan ilmu tersebut sebagai calon tenaga pendidik,” ujarnya.
Hasan mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan satu kelompok telah menyiapkan berbagai kebutuhan pembelajaran sebelum diterjunkan ke sekolah.
“Kami sudah mempersiapkan modul ajar, strategi pembelajaran, dan berbagai treatment yang akan diberikan kepada murid. Kami ditempatkan di SMK Negeri 5 Bandung selama enam bulan,” katanya.
Semangat serupa disampaikan Nadira Salma Ghifara, mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS UPI. Menurutnya, PROBIDIK GEMA Jabar menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kompetensi yang selama ini dipelajari di bangku kuliah sekaligus belajar menghadapi dinamika pendidikan secara nyata.
“Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan apa yang selama ini kami pelajari di perkuliahan. Kami juga telah mempersiapkan administrasi dan berkoordinasi dengan pihak sekolah agar siap menjalankan proses pembelajaran,” ujarnya.
Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menjelaskan bahwa PROBIDIK GEMA Jabar merupakan kolaborasi antara UPI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat pengalaman profesional mahasiswa calon guru sekaligus membantu sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan tenaga pendidik.
Menurutnya, seluruh mahasiswa ditempatkan berdasarkan kebutuhan masing-masing sekolah dan akan didampingi oleh guru pamong serta dosen pembimbing selama enam bulan.
“Mereka akan belajar sambil bekerja. Mereka akan mempelajari kehidupan di sekolah, mengenal kurikulum, guru, dan peserta didik secara langsung. Pengalaman ini akan membentuk karakter, mengasah soft skills, dan memperkuat profesionalisme mereka sebagai calon guru yang kelak bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Prof. Didi.
Rektor menegaskan bahwa program tersebut murni merupakan kegiatan akademik yang diakui setara 20 SKS dan bukan untuk menggantikan guru honorer maupun menjadi bentuk alih daya tenaga pendidik. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen UPI Berdampak dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat.
“Kebutuhan guru di Jawa Barat mencapai sekitar 6.000 orang. Kehadiran 1.147 mahasiswa UPI memang belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan tersebut, tetapi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata. Jika program ini berhasil, kami berharap perguruan tinggi lain juga dapat terlibat sehingga persoalan kekurangan guru dapat ditangani secara bersama-sama,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., menyampaikan bahwa PROBIDIK GEMA Jabar merupakan bagian dari ikhtiar mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, bonus demografi harus direspons dengan menyiapkan generasi muda yang siap melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun berwirausaha.
“Program Penguatan Profesi Bidang Kependidikan Gerakan Mahasiswa Mengajar Jawa Barat ini merupakan kegiatan yang penting dan strategis. Tidak hanya berdampak terhadap peningkatan kualitas SDM peserta didik di sekolah, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa UPI menjadi guru-guru masa depan yang akan mencetak para pemimpin masa depan,” ujar Herman.
Melalui PROBIDIK GEMA Jabar, mahasiswa UPI tidak hanya memperoleh pengalaman praktik mengajar sebagai bagian dari proses akademik, tetapi juga berkontribusi langsung dalam membantu sekolah-sekolah yang membutuhkan tenaga pendidik. Kolaborasi antara UPI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas pendidikan, memperluas akses pembelajaran yang bermutu, serta menunjukkan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. (RK/Rija)

