Garut, UPI

Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerjunkan ratusan mahasiswa Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 untuk melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) di Kabupaten Garut.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (22–23/7/2026), dibuka secara resmi oleh Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU., di Pendopo Kabupaten Garut.

Program pengabdian ini mengusung fokus utama pada penguatan implementasi Deep Learning (pembelajaran mendalam) di satuan pendidikan, sekaligus pengenalan metode GASING untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa di wilayah Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.

Dalam program P2M ini, sebanyak 360 mahasiswa PPG Calon Guru dari delapan bidang studi diterjunkan ke lapangan. Mereka terbagi ke dalam 18 kelompok tema pengabdian yang tersebar di 18 satuan pendidikan se-Kecamatan Samarang, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMK, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).

Guna memastikan kualitas pelaksanaan program, para mahasiswa didampingi oleh 18 dosen pembimbing serta diawasi langsung oleh 7 dosen tetap Program Studi PPG SPs UPI.

Selain mahasiswa PPG, empat mahasiswa S2 GASING SPs UPI juga turut memberikan dampak nyata melalui pelatihan khusus. Bertempat di Aula Kampung Sampireun, mereka menggelar seminar bertema “Metode GASING sebagai Pendekatan Inovatif dan Menyenangkan dalam Pembelajaran Matematika” yang diikuti oleh 78 guru SD se-Kecamatan Samarang.

Seminar tersebut menghadirkan pemateri lintas disiplin, yakni Asrida Sigiro, Jonatan Sihombing, dan Jeni Pa Nyola dari Prodi Psikologi Pendidikan, serta Yoani Mbipi dari Prodi Pendidikan Matematika.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut baik dan mengapresiasi tinggi kolaborasi ini. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan menjadi perhatian mendesak Pemkab Garut. Sebagai daerah dengan jumlah penduduk terpadat kedua dan wilayah terluas ketiga di Jawa Barat, Garut masih menghadapi tantangan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sektor pendidikan serta rendahnya capaian literasi dan numerasi siswa.

“Kami memiliki sekitar 15.000 guru yang menjadi garda terdepan pendidikan. Kolaborasi P2M PPG UPI dengan tema Deep Learning dan metode GASING ini sangat sejalan dengan kebutuhan daerah untuk meningkatkan kompetensi guru dan mutu pendidikan secara berkelanjutan,” ujar Bupati Garut.

Sementara itu, Dekan SPs UPI, Prof. Dr. Juntika, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata agar kampus tidak sekadar menjadi ‘menara gading’, melainkan memberi dampak langsung melalui Tridarma Perguruan Tinggi.

“Kami berharap Kabupaten Garut dapat menjadi salah satu laboratorium kerja sama SPs UPI, di mana hasil-hasil riset kampus menjadi basis pengembangan program pendidikan di daerah,” ungkap Prof. Juntika.

Rangkaian acara pembukaan di Pendopo Garut juga diisi dengan laporan penyelenggaraan oleh Ketua Prodi PPG UPI Prof. Dr. Asep Herry Hernawan, M.Pd., penyerahan plakat, serta sesi team building mahasiswa di Kampung Sampireun. Seluruh tim mahasiswa kemudian diterjunkan secara penuh ke sekolah-sekolah sasaran pada Kamis (23/7/2026).

Melalui program P2M ini, PPG SPs UPI menegaskan komitmennya untuk mencetak calon guru profesional yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta siap berkontribusi langsung bagi kemajuan masyarakat. (Rita Anggorowati)