Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia memperkuat komitmen kerja sama internasional sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas akademik, memperluas kolaborasi riset, serta mendorong reputasi global kedua perguruan tinggi. Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan resmi antara pimpinan UPI dan delegasi UiTM di Ruang Rapat Gedung Bumi Siliwangi UPI, Bandung, Jumat (24/7/2026), yang sekaligus menandai satu dekade kemitraan kedua institusi.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyelenggaraan International Communication Symposium yang dilaksanakan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) UPI bersama UiTM pada 23 Juli 2026. Delegasi UiTM dipimpin oleh Dekan Fakulti Komunikasi dan Pengajian Media, Professor Dr. Abd Rasid bin Abd Rahman, didampingi Dr. Wan Norbani Wan Noordin beserta jajaran, dan diterima langsung oleh Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., Dekan FPIPS Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P., S.Pd., M.Si., M.H., CPM., beserta para Wakil Dekan serta Kepala Program Pendidikan Ilmu Komunikasi, FPIPS UPI.

Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., mengatakan bahwa kolaborasi internasional tidak hanya mempererat hubungan antarlembaga, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kinerja akademik dan reputasi perguruan tinggi di tingkat global.

“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut, tidak hanya untuk saat ini tetapi juga pada masa mendatang. Melalui kolaborasi, kita dapat berkembang bersama, meningkatkan kinerja akademik, memperluas jejaring internasional, dan saling belajar untuk memperkuat kualitas institusi,” ujar Prof. Didi.

Menurutnya, hubungan UPI dan UiTM selama sepuluh tahun terakhir telah berkembang secara aktif melalui berbagai bentuk kerja sama antarfakultas, pertukaran akademik, hingga kegiatan ilmiah bersama. Pertemuan pimpinan kedua universitas diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi pada tingkat institusi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan.

Rektor juga menilai hubungan yang telah terjalin selama ini menunjukkan bahwa kedua universitas memiliki kedekatan budaya dan akademik yang menjadi modal penting dalam membangun kerja sama jangka panjang.

Sementara itu, Dekan Fakulti Komunikasi dan Pengajian Media UiTM, Professor Dr. Abd Rasid Bin Abd Rahman, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan UPI. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momen penting setelah sepuluh tahun kerja sama kedua institusi, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas pada masa mendatang.

“Selama satu dekade, UPI dan UiTM telah membangun banyak kerja sama, baik formal maupun informal. Melalui kunjungan ini, kami berharap kolaborasi tersebut semakin berkembang sehingga tidak hanya mempererat persahabatan kedua institusi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan reputasi global kedua universitas,” ujarnya.

Ia juga mengaku terkesan dengan lingkungan akademik UPI yang dinilai mampu mendukung interaksi dan diskusi mahasiswa di ruang-ruang terbuka. Menurutnya, suasana kampus seperti itu menjadi salah satu kekuatan yang memperkaya pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperlihatkan karakter khas UPI sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan lingkungan akademik yang inklusif.

Pertemuan ini memperkuat arah kerja sama yang selama ini telah dibangun kedua universitas, antara lain melalui penyelenggaraan konferensi internasional, pertukaran akademik, pengembangan riset bersama, serta jejaring antarfakultas. Ke depan, UPI dan UiTM berkomitmen memperluas kolaborasi pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna menghasilkan dampak yang lebih besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan daya saing kedua institusi di tingkat internasional.

Melalui penguatan kemitraan ini, UPI menegaskan komitmennya untuk terus membangun jejaring internasional yang berorientasi pada peningkatan mutu akademik dan reputasi global. Sinergi yang telah terjalin selama satu dekade diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya lebih banyak program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika kedua universitas. (RK)