
Bandung, UPI
Tim mahasiswa Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil menciptakan invensi pakan ternak inovatif bernama MALASI-O (Maggot Labu Siam – Omega Tinggi). Produk riset berbasis eco-circular ini diserahkan langsung kepada masyarakat Desa Cibodas, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Kamis (23/7/2026).
MALASI-O memanfaatkan limbah daun labu siam yang melimpah di Desa Cibodas untuk diolah menjadi pakan ternak ber-omega tinggi melalui proses fermentasi maggot.
Keunggulan produk riset ini terbukti secara ilmiah. Berdasarkan uji laboratorium di Balai Besar Industri Agro Bogor, telur ayam yang diberi pakan MALASI-O selama sepuluh hari menunjukkan kualitas fisik yang lebih unggul dengan bentuk dan cangkang lebih kuat, serta mengalami peningkatan kadar omega secara signifikan.
“Mahasiswa berperan sebagai jembatan antara kampus dan masyarakat. Mereka menggali persoalan nyata di lapangan untuk kemudian merumuskan solusi ilmiah yang aplikatif,” ungkap Dosen Pembimbing Mahasiswa Fisika UPI, Dr. Selly Feranie, S.Pd., M.Si., merespons keberhasilan riset anak didiknya.
Pengembangan riset produk MALASI-O berawal dari keluhan warga Desa Cibodas yang diserap mahasiswa pada kegiatan pengabdian tahun 2025. Masalah tersebut kemudian digarap secara intensif oleh tim mahasiswa lintas disiplin ilmu FPMIPA UPI di bawah binaan Grup Riset Instrumentasi Lingkungan UPI.
Tim peneliti mahasiswa tersebut, di antaranya Marzhal Qeianu Rafly, Caca Aulia, Rainta Allaia, dan Suci Nuraini (Fisika‑24), kemudian menggali persoalan tersebut dan merumuskan ide invensi. Mereka berinisiatif mengajak Zafira Alya Sunardi (Kimia‑24) untuk membantu proses fermentasi serta Candra Putra Budianto (Pendidikan Biologi‑24) untuk analisis kandungan protein dan serat.
Atas kebaruan dan kemanfaatannya, produk riset MALASI-O saat ini sedang dalam proses penyusunan draf (drafting) paten sederhana.

Penyerahan produk riset ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Fisika Mengabdi 2026 yang diketuai Vira Septiyani (Fisika 2024) di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Fisika (HMF) UPI pimpinan Doni Firmansyah. Program yang berlangsung selama lima hari (18–23 Juli 2026) ini turut disokong oleh Bank Mandiri dan CV Duta Grafika.
Pemerintah Desa Cibodas menyambut hangat kehadiran produk MALASI-O. Invensi pakan ini dinilai menjadi angin segar untuk membuka alternatif usaha baru bagi warga, seperti rencana pembangunan rumah maggot dan pengembangan peternakan ayam petelur berbasis pengolahan sampah organik.
Selain menyerahkan produk pakan, rangkaian kegiatan mahasiswa UPI di Desa Cibodas juga diisi dengan edukasi pembelajaran sains yang menyenangkan bagi siswa dan guru di MTs Desa Cibodas. Kehadiran riset terapan ini membuktikan bahwa inovasi berbasis laboratorium kampus dapat hadir memberikan solusi nyata bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. (DN)

