
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) berkolaborasi dengan Universiti Putra Malaysia (UPM) menggelar Summer Program bertajuk Narasi Nusantara pada 19–25 Juli 2026.
Program yang didanai oleh Program EQUITY UPI ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dan dosen pendamping dari UPM. Inisiatif internasionalisasi ini dirancang untuk memperkuat diplomasi budaya, memperluas jejaring akademik antarbangsa serumpun, serta memfasilitasi pembelajaran lintas budaya berbasis pengalaman (immersive learning).
Acara dibuka secara resmi di Auditorium FPBS UPI oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu UPI, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA. Dalam sambutannya, Prof. Vanessa menegaskan bahwa program ini merupakan wujud konkret agenda strategis UPI dalam menghadirkan kolaborasi internasional yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Summer Program Narasi Nusantara dirancang sebagai ruang perjumpaan berbagai budaya melalui bahasa, sastra, dan pengalaman hidup bersama. Internasionalisasi Bahasa Indonesia tidak cukup dilakukan di kelas, tetapi peserta perlu mengalami langsung bagaimana bahasa dan nilai gotong royong hidup di masyarakat,” terang Ketua Pelaksana, Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd.

Rangkaian kegiatan diawali dengan seri kuliah umum yang diisi oleh para pakar dari kedua universitas diantaranya Warisan Naskah Nusantara: Prof. Dr. Sumiyadi, M.Hum. memaparkan revitalisasi naskah kuno menjadi karya kreatif digital (Art-Based Research). Kajian Gender dan Bahasa: Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd. membedah narasi perempuan dalam folklor Melayu dan Indonesia, sementara Dr. Yanty Wirza, M.A., Ph.D. mengulas dinamika bahasa dan identitas serumpun. Komparasi Semantik: Dr. Marzni binti Mohamed Mokhtar (UPM) menyoroti fenomena unik kosakata Melayu dan Sunda yang berpelafalan sama namun berlainan makna.
Selain sesi ruang kelas, para mahasiswa UPM diajak menyelami kebudayaan Indonesia secara langsung. Mereka menelusuri jejak sejarah di Museum Pendidikan Nasional UPI, mempraktikkan seni angklung di Saung Angklung Udjo, bereksplorasi ekologis di Orchid Forest Cikole, serta memainkan permainan tradisional Sunda seperti boy-boyan dan estafet sarung.
Tidak berhenti pada rekreasi budaya, peserta kedua negara juga menggelar aksi bakti sosial di Panti Asuhan Mizan Amanah. Mahasiswa berinteraksi, membagikan motivasi belajar, dan menyerahkan bantuan sebagai wujud pembentukan karakter global yang berempati.
“Program ini memberikan pengalaman luar biasa. Kami tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga merasa diterima seperti keluarga saat berbagi di panti asuhan,” ujar Shafiq, salah satu mahasiswa peserta dari UPM.
Sebagai bentuk keberlanjutan riset dan pengabdian, seluruh rekaman kegiatan, kajian reflektif, dan dokumen pembelajaran akan dibukukan secara resmi dan diterbitkan oleh Universiti Putra Malaysia (UPM) Press.

Program kolaboratif ini juga menjadi komitmen UPI dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mencakup SDG 4 (Quality Education): Penyediaan pembelajaran internasional berbasis pengalaman (experiential learning). SDG 11 (Sustainable Cities and Communities): Pelestarian dan pemanfaatan warisan budaya lokal. SDG 10 (Reduced Inequalities): Penanaman nilai kesetaraan dan inklusivitas sosial lewat bakti masyarakat. SDG 17 (Partnerships for the Goals): Penguatan kemitraan lintas negara antartertiary institution di Asia Tenggara. (DN)

