Bandung, UPI

Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) mendorong penguatan konsolidasi alumni mulai dari tingkat program studi, fakultas, komisariat daerah, hingga kepengurusan pusat. Keterhubungan tersebut diharapkan mampu mengembangkan organisasi alumni bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi jejaring yang memberikan kontribusi nyata bagi almamater.

Hal tersebut mengemuka dalam Pelantikan Pengurus IKA Komisariat Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI Periode 2026–2031 di Auditorium JICA FPMIPA UPI, Jumat (31/7/2026).

Ketua Umum IKA UPI Periode 2022–2027 Amich Alhumami, S.Pd., M.A., M.Ed., Ph.D., mengatakan konsolidasi internal menjadi salah satu bagian penting dalam menghimpun seluruh potensi alumni UPI. Menurutnya, kekuatan organisasi alumni perlu dibangun secara berjenjang dari tingkat program studi dan komisariat hingga terakumulasi menjadi kekuatan di tingkat pusat.

“Konsolidasi ini menjadi sangat penting bagi kita di jajaran Pengurus Pusat IKA UPI untuk terus memperkuat jaringan. Langkah ini bisa kita mulai dari tingkat bawah: di level program studi, komisariat fakultas lain, hingga secara akumulatif di Pengurus Pusat IKA UPI,” ujarnya.

Menurut Amich, konsolidasi tersebut juga berkaitan dengan upaya membangun rekam jejak, social legacy, dan institutional legacy UPI. Alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang profesional memiliki peran dalam menunjukkan kualitas lulusan sekaligus membawa nama almamater di tengah masyarakat.

Hal tersebut menjadi semakin penting karena UPI memiliki lulusan yang bergerak dalam bidang kependidikan maupun berbagai bidang keilmuan. Kiprah alumni di berbagai lapangan profesional, menurutnya, akan turut membangun rekam jejak almamater.

Sementara itu, Ketua IKA Komisariat FPMIPA UPI Periode 2026–2031 Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., memandang keberagaman latar belakang dan persebaran alumni sebagai kekayaan besar yang dimiliki FPMIPA UPI.

Menurut Cecep, potensi tersebut akan memberikan dampak yang lebih besar apabila alumni dapat saling terhubung. Alumni FPMIPA UPI saat ini tersebar di tingkat lokal, regional, nasional, hingga mancanegara dengan pengalaman dan jejaring yang beragam.

“Apabila seluruh alumni yang tersebar di tingkat lokal, regional, nasional, hingga mancanegara dapat tersambung dalam satu wadah, ini akan menjadi kekuatan dahsyat bagi kampus. Saya sangat yakin kita bisa mewujudkan hal tersebut,” katanya.

Cecep menegaskan bahwa kontribusi kepada almamater tidak selalu mensyaratkan kehadiran alumni secara fisik. Perkembangan teknologi memungkinkan alumni tetap membangun komunikasi, berbagi pengalaman, dan memberikan kontribusi meskipun berada di tempat yang berbeda.

“Kontribusi untuk almamater tidak selalu harus hadir secara fisik; yang terpenting adalah hati, keterikatan, dan kontribusi nyata yang bisa kita berikan,” ujarnya.

Melalui kepengurusan IKA Komisariat FPMIPA UPI Periode 2026–2031, konsolidasi alumni di tingkat fakultas diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun jaringan IKA UPI yang semakin luas. Keterhubungan tersebut diarahkan untuk mendorong alumni saling menguatkan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan fakultas, universitas, dan masyarakat. (RK/DN)