
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mendapat apresiasi dari Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP., atas penyelenggaraan workshop mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan dan riset. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang diskusi yang sangat relevan dalam menjawab tantangan perkembangan digitalisasi, kemajuan teknologi, dan transformasi riset di Indonesia pada saat menjadi Keynotes Speaker kegiatan yang bertajuk Optimalisasi Pemanfaatan AI untuk meningkatkan Kualitas Penelitian dan Publikasi Ilmiah yang dilaksanakan di Auditorium JICA FPMIPA Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Selasa (4/7/2026)
Dalam keterangannya, Hetifah menyampaikan terima kasih kepada UPI yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan. Ia menilai diskusi yang berlangsung tidak hanya membahas aspek teknis penggunaan AI, tetapi juga menyoroti berbagai persoalan strategis terkait tata kelola, etika, dan regulasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada UPI yang telah menjadi tuan rumah yang luar biasa. Diskusi yang dilakukan hari ini sangat relevan dengan perkembangan digitalisasi, perkembangan teknologi, dan pemanfaatan Artificial Intelligence,” ujarnya.
Menurut Hetifah, pemanfaatan AI harus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas riset tanpa mengabaikan aspek tanggung jawab. Teknologi tersebut diharapkan mampu membantu peneliti, dosen, maupun mahasiswa menghasilkan penelitian yang lebih berkualitas sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus pembahasan dalam workshop adalah bagaimana AI dapat diimplementasikan secara optimal dalam proses penelitian. Selain itu, peserta juga mendiskusikan pentingnya regulasi yang memberikan kepastian mengenai batasan serta etika penggunaan AI di lingkungan akademik.
“Yang menjadi perhatian kita bukan hanya bagaimana mempraktikkan penggunaan AI dalam proses riset, tetapi juga bagaimana menyusun pemahaman mengenai regulasi. Masih banyak pertanyaan mengenai sejauh mana AI dapat digunakan dan seperti apa penggunaan AI yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Hetifah menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun budaya akademik yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana. Oleh karena itu, ia berharap UPI dapat menjadi pelopor sekaligus rujukan nasional dalam penerapan AI yang etis dan bertanggung jawab di lingkungan pendidikan tinggi.
“Kami berharap UPI menjadi salah satu contoh terbaik sekaligus acuan bagi perguruan tinggi lain dalam pemanfaatan Artificial Intelligence, baik bagi dosen maupun mahasiswa, mulai dari jenjang sarjana hingga pascasarjana,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus disikapi sebagai peluang untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi Indonesia. Dengan dukungan kebijakan, regulasi yang adaptif, serta peningkatan literasi digital sivitas akademika, pemanfaatan AI diyakini dapat mempercepat lahirnya inovasi dan riset yang berdampak bagi pembangunan bangsa.
Workshop ini menjadi salah satu langkah strategis UPI dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi di era digital. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan para pemangku kepentingan, pemanfaatan AI diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi proses akademik, tetapi juga melahirkan ekosistem riset yang inovatif, produktif, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik. (RI)

