Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Namun demikian, penggunaan teknologi tersebut harus tetap berlandaskan integritas akademik serta menjadikan peneliti sebagai aktor utama dalam proses ilmiah yang dilaksanaksanakan di Auditorium JICA FPMIPA Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Selasa (4/8/2026)

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., menilai kegiatan pelatihan dan kolaborasi mengenai pemanfaatan AI merupakan langkah strategis yang menjawab kebutuhan para dosen dan peneliti di lingkungan UPI.

Menurutnya, perkembangan AI memberikan peluang besar untuk meningkatkan efektivitas penelitian, tetapi penggunaannya tidak boleh mengurangi peran intelektual seorang peneliti dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

“Ini merupakan kerja sama yang sangat bermanfaat bagi UPI karena memang menjawab kebutuhan para dosen yang sedang melakukan penelitian. Hal yang paling penting adalah bagaimana kita menggunakan AI dengan tetap mengedepankan integritas dan tetap menempatkan peneliti sebagai pihak yang berpikir kritis dalam keseluruhan proses penelitian,” ujarnya.

Prof. Agus menjelaskan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya memberikan arahan praktis mengenai pemanfaatan AI dalam mendukung proses penelitian, tetapi juga menekankan pentingnya etika, integritas akademik, serta tanggung jawab peneliti dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

Ia menambahkan bahwa kecerdasan artifisial seharusnya diposisikan sebagai alat bantu yang mampu meningkatkan produktivitas, bukan menggantikan kemampuan analitis maupun kreativitas peneliti. Karena itu, proses berpikir kritis, validasi ilmiah, dan pengambilan keputusan tetap harus berada di tangan manusia.

“Selain memperoleh panduan praktis dalam menggunakan AI, hal yang paling ditekankan adalah bagaimana integritas dan peran manusia tetap dijalankan dalam penggunaan AI untuk penelitian,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Agus menyampaikan bahwa kebutuhan akan pemanfaatan AI di lingkungan perguruan tinggi semakin meningkat seiring tuntutan peningkatan produktivitas riset dan publikasi ilmiah. Melalui berbagai kegiatan penguatan kapasitas dosen, UPI berkomitmen memanfaatkan perkembangan teknologi secara bertanggung jawab untuk mendukung terciptanya penelitian yang inovatif, berkualitas, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UPI dalam membangun ekosistem riset yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tanpa mengesampingkan nilai-nilai akademik. Dengan mengedepankan kolaborasi, integritas, dan kemampuan berpikir kritis, UPI optimistis pemanfaatan AI akan menjadi katalis dalam meningkatkan daya saing penelitian dan publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. (RI)