
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) menyelenggarakan The 11th Global Conference on Business, Management, and Entrepreneurship (GCBME) 2026, Jumat (7/8/2026). Konferensi internasional yang berlangsung di Auditorium FPEB, Gedung B Lantai 6, UPI, Bandung, tersebut mengangkat tema “Strategic Management and Business Transformation in the Era of Artificial Intelligence.”
GCBME 2026 menjadi forum bagi akademisi, peneliti, dan profesional untuk bertukar pengetahuan, mendiseminasikan hasil penelitian, serta mengembangkan kolaborasi internasional dalam bidang manajemen bisnis dan kewirausahaan. Konferensi tahun ini diikuti sekitar 165 peserta dengan 170 abstrak yang berasal dari China, Uzbekistan, Tajikistan, Ghana, Thailand, Australia, serta berbagai wilayah di Indonesia.
Ketua GCBME 2026, Prof. Dr. Hj. Ratih Hurriyati, M.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa konferensi mencakup sejumlah bidang kajian, antara lain perilaku organisasi, kepemimpinan dan manajemen sumber daya manusia; inovasi, teknologi informasi, operasi dan rantai pasok; pemasaran; keuangan dan akuntansi; serta manajemen strategis, kewirausahaan, dan isu kontemporer. Seluruh makalah yang masuk melalui proses double-blind peer review dengan mempertimbangkan kontribusi akademik, ketepatan metodologi, dan relevansi praktis.
Konferensi dibuka oleh Wakil Rektor UPI Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kemitraan, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa perkembangan kecerdasan artifisial (AI) telah mengubah berbagai aspek bisnis, mulai dari cara perusahaan memahami pelanggan, meningkatkan layanan, mengotomatisasi pekerjaan rutin, mengembangkan produk, hingga mempercepat pengambilan keputusan.
“Kita tidak lagi hanya mempertanyakan apa yang dapat dilakukan AI untuk pekerjaan kita, tetapi apa yang seharusnya dilakukan AI dan apa yang harus tetap menjadi tanggung jawab manusia,” ujar Prof. Agus. Menurutnya, organisasi perlu memahami bukan hanya cara mengadopsi AI, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan.

GCBME 2026 menghadirkan Prof. Badri Munir Sukoco, Ph.D., Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, sebagai keynote speaker. Sejumlah invited speakers internasional turut hadir, yakni Assoc. Prof. Daniel Schepis, Ph.D. dari The University of Western Australia; Dr. Javliev Nuriddin Bektemir o’g’li, Ph.D. dari Tashkent State University of Economics, Uzbekistan; Prof. Pakornkiat Sawetmethikul, Ph.D. dari Rajamangala University of Technology Thanyaburi, Thailand; serta Assoc. Prof. Dr. Puspo Dewi Dirgantari, M.M., M.T. dari UPI.
Setelah sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi paralel mulai pukul 13.00 WIB di Gedung FPEB UPI. Presentasi penelitian dibagi ke dalam enam ruang yang membahas berbagai isu, mulai dari keuangan dan akuntansi, green business, pemasaran, teknologi dan rantai pasok, perilaku organisasi dan sumber daya manusia, hingga manajemen strategis dan kewirausahaan.
Melalui penyelenggaraan GCBME yang telah memasuki edisi ke-11, UPI mendorong agar pertukaran gagasan dalam konferensi berkembang menjadi penelitian, publikasi, mobilitas akademik, dan kolaborasi lintas institusi serta negara. Forum tersebut juga diharapkan menghasilkan gagasan dan solusi baru untuk menjawab tantangan organisasi dan masyarakat di tengah transformasi bisnis berbasis kecerdasan artifisial. (RK)

