
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) membuka semakin luas akses kerja sama akademik dan kelembagaan dengan sejumlah mitra di Amerika Serikat melalui kunjungan delegasi UPI yang berlangsung pada 26 Juli hingga 9 Agustus 2026. Delegasi UPI dipimpin Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., Wakil Rektor UPI Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA., Prof. Dr. H. Disman, M.S., dan Dr. Eng. Beta Paramita, S.T., M.T., dosen dan peneliti bidang Arsitektur UPI. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat jejaring internasional sekaligus menindaklanjuti sejumlah peluang kerja sama dengan mitra di Amerika Serikat.
Penjajakan dan penguatan kerja sama tersebut mencakup program dual degree doktoral, riset bersama, mobilitas mahasiswa dan dosen, visiting professor, pembelajaran internasional berbasis daring, hingga pengabdian kepada masyarakat dan program magang internasional.
Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menegaskan bahwa berbagai peluang kerja sama yang telah dibuka perlu ditindaklanjuti secara konkret. Menurutnya, komunikasi dan negosiasi dengan mitra di Amerika Serikat telah membuka ruang kerja sama yang kini perlu diarahkan menuju tahap implementasi.
“Jangan sampai penjajakan kerja sama ini menjadi sia-sia. Ibaratnya pintunya sudah dibukakan. Secara kebijakan sudah terbuka, sudah ada negosiasi, tinggal implementasinya,” ujar Prof. Didi.
Salah satu bentuk konkret dari terbukanya peluang tersebut adalah pengembangan program dual degree jenjang doktoral bersama Indiana University (IU). Program yang dimotori Program Studi Bimbingan dan Konseling UPI tersebut dirancang dengan skema mahasiswa menjalani studi selama satu tahun di UPI sebelum melanjutkan studi di Indiana University.

Pada tahap awal, dua mahasiswa UPI akan mengikuti skema tersebut. Program ini tidak hanya diarahkan bagi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, tetapi terbuka bagi program studi kependidikan lainnya di lingkungan UPI.
Kerja sama UPI dengan Indiana University juga mencakup pengembangan joint research, peluang sabbatical leave, serta visiting professor. Dengan demikian, ruang kolaborasi yang dibangun tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik internasional, tetapi juga memperluas kesempatan dosen UPI untuk terlibat dalam kegiatan akademik dan penelitian bersama mitra internasional.
Peluang serupa juga dikembangkan bersama University of Florida (UF). Kerja sama yang sebelumnya telah terbangun melalui kolaborasi riset antara akademisi UPI dan University of Florida kini diarahkan untuk berkembang ke berbagai bidang baru.
Salah satu inisiatif yang dibahas adalah pengembangan program doktoral, termasuk peluang pada bidang arsitektur. Peluang tersebut juga berpotensi dikembangkan pada sejumlah bidang akademik lain yang relevan di lingkungan University of Florida.
Selain pengembangan program doktoral, UPI dan University of Florida menjajaki peluang visiting professor, student mobility, kerja sama bidang pariwisata, serta Collaborative Online International Learning (COIL). Melalui COIL, kegiatan pembelajaran internasional dapat dilaksanakan secara daring dengan melibatkan mahasiswa dan akademisi dari institusi berbeda, sehingga pengalaman internasional dapat diperoleh tanpa selalu bergantung pada mobilitas fisik.
Penguatan jejaring internasional UPI di Amerika Serikat juga mencakup kerja sama dengan Indonesian Muslim Association in America (IMAAM) Center di Silver Spring, Maryland. Kerja sama tersebut diarahkan pada pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat internasional dan program internship.

Rangkaian kerja sama tersebut menunjukkan bahwa internasionalisasi UPI diarahkan tidak hanya melalui penandatanganan kerja sama kelembagaan, tetapi melalui program yang menyentuh langsung kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan pengalaman internasional mahasiswa dan dosen.
Wakil Rektor UPI Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA., menilai terbukanya berbagai peluang tersebut memberikan ruang yang semakin besar bagi sivitas akademika UPI untuk memperoleh pengalaman internasional.
Menurut Prof. Vanessa, peluang tersebut perlu dimanfaatkan secara strategis agar manfaatnya tidak berhenti pada kepentingan individual dosen atau mahasiswa, tetapi turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja dan reputasi institusi.
“Semakin terbuka peluang buat sivitas akademika UPI untuk memanfaatkan berbagai peluang ini untuk menambah pengalaman internasional. Intinya, pintu sudah terbuka, tinggal bagaimana memanfaatkan pintu-pintu ini. Bukan untuk kepentingan individu tiap dosen atau mahasiswa, tetapi akan berdampak ke kinerja UPI untuk berkiprah di dunia internasional,” ujarnya.
Pemanfaatan jejaring tersebut, lanjut Prof. Vanessa, diharapkan semakin memperkuat posisi UPI sebagai World Class University (WCU) melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan institusi internasional.
Dengan terbukanya akses kerja sama bersama Indiana University, University of Florida, dan IMAAM Center, UPI kini memiliki sejumlah jalur yang dapat ditindaklanjuti untuk memperluas pengalaman internasional sivitas akademika. Tantangan berikutnya adalah memastikan peluang yang telah dibuka tersebut diterjemahkan menjadi program yang berjalan dan memberikan dampak nyata bagi pendidikan, penelitian, pengabdian, serta penguatan reputasi internasional UPI. (RK)

