
Bandung, UPI
Penerapan pembelajaran Bahasa Inggris mulai kelas 3 sekolah dasar membutuhkan penguatan kapasitas guru, terutama karena pembelajaran Bahasa Inggris di jenjang tersebut menjadi tanggung jawab guru kelas. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menilai peningkatan kemampuan Bahasa Inggris guru menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung implementasi pembelajaran tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Balai Bahasa UPI, Prof. Ika Lestari Damayanti, S.Pd., M.A., Ph.D., dalam rangkaian The 19th International Conference on Applied Linguistics (CONAPLIN) and The 4th Primary English Language Teachers Indonesia (PELTIN) Conference, Senin (10/8/2026), di Gedung Pascasarjana ADB UPI.
Prof. Ika mengatakan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar saat ini menjadi tanggung jawab guru kelas. Sementara itu, tidak semua guru kelas memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang memadai.
“Guru Bahasa Inggris di SD itu sekarang yang bertanggung jawab guru kelas, sementara guru kelas belum cukup berbahasa Inggris,” ujar Prof. Ika.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui berbagai upaya peningkatan kompetensi guru. Balai Bahasa UPI bersama PELTIN mendorong kerja sama dan kegiatan pelatihan Bahasa Inggris bagi guru.
Salah satu bentuknya dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat. Pelatihan tersebut diarahkan untuk membantu guru, termasuk guru kelas, meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris yang dibutuhkan dalam pembelajaran.
Upaya peningkatan kualitas guru juga dilakukan melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UPI. Prof. Ika menyebut penelitian yang dilakukan para dosen juga banyak diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas guru Bahasa Inggris di sekolah dasar.
“Penelitian-penelitian para dosen juga banyak diarahkan untuk membantu peningkatan kualitas guru Bahasa Inggris di SD terutama saat ini,” katanya.
Selain penguatan kompetensi guru, pemerintah telah menyiapkan sejumlah sumber belajar untuk mendukung pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar. Prof. Ika menyebut sejumlah dosen UPI turut terlibat dalam penyusunan buku teks nasional.

Sumber belajar tersebut dapat diakses secara gratis melalui laman yang disediakan. Selain buku, tersedia pula materi audio yang dapat diunduh secara gratis.
Menurut Prof. Ika, materi audio dapat dimanfaatkan guru untuk berlatih sebelum mengajar. Guru dapat terlebih dahulu mendengarkan materi tersebut, sementara peserta didik juga dapat memanfaatkannya untuk berlatih.
Dukungan terhadap guru menjadi penting agar kebijakan pembelajaran Bahasa Inggris dapat diterjemahkan secara efektif di ruang kelas.
Dalam sambutan pembukaan CONAPLIN dan PELTIN, Rektor UPI menekankan pentingnya keterhubungan antara penelitian, pedagogi, dan kebijakan. Menurutnya, penelitian perlu memberi informasi bagi praktik pembelajaran, sementara pengalaman guru dan peserta didik perlu menjadi perhatian dalam kebijakan bahasa.
Melalui pelatihan, penelitian, dan dukungan sumber belajar, UPI mendorong penguatan kapasitas guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar. (RK/RI/DN)

