Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui UPI Migrant Center menjajaki kerja sama strategis dengan dua institusi asal Jepang, yaitu Yawara Construction Co., Ltd. dan Joyo Bank Co., Ltd. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (6/8/2026) di Gedung Pascasarjana Baru dan FPTI UPI ini bertujuan untuk membuka peluang program magang, rekrutmen tenaga profesional, hingga penguatan pendidikan vokasi berstandar industri Jepang.

Delegasi Jepang dihadiri langsung oleh CEO Yawara Construction Keiichi Kobayashi serta General Manager Joyo Bank Katutoshi Nogami beserta jajaran.

Sekretaris UPI Migrant Center, Yana R. Sopian, menegaskan bahwa penjajakan ini bertujuan untuk memastikan setiap kandidat dari UPI siap secara teknis maupun mental saat memasuki pasar kerja internasional.

“Kami tidak hanya ingin membuka akses mahasiswa dan lulusan untuk bekerja di luar negeri, tetapi juga memastikan mereka memiliki kompetensi profesional, kemampuan bahasa, sertifikasi, pemahaman budaya kerja, serta kesiapan mental,” ujar Yana.

Yana menambahkan bahwa UPI Migrant Center siap memfasilitasi kebutuhan tersebut melalui layanan pelatihan bahasa dan keterampilan, sertifikasi profesi, asesmen, konseling, riset, hingga advokasi bagi calon pekerja migran.

Peluang rekrutmen dan magang dari Yawara Construction perusahaan konstruksi asal Prefektur Ibaraki yang telah berdiri selama 78 tahun mencakup dukungan pengurusan visa kerja, fasilitas tempat tinggal, peningkatan kemampuan bahasa Jepang, hingga sertifikasi kualifikasi konstruksi.

CEO Yawara Construction, Keiichi Kobayashi, mengapresiasi potensi lulusan Indonesia dan menaruh harapan besar pada kolaborasi ini.

“Kami berharap dapat bertemu dengan mahasiswa dan lulusan Indonesia yang memiliki keterampilan, kemauan belajar, serta komitmen untuk bekerja jangka panjang. Kami ingin mereka berkembang bersama perusahaan dan membangun karier profesional di Jepang,” jelas Kobayashi.

Senada dengan hal tersebut, General Manager Joyo Bank, Katutoshi Nogami, menilai kolaborasi antara universitas dan sektor industri merupakan langkah konkret dalam mempertemukan potensi SDM Indonesia dengan kebutuhan pasar kerja Jepang secara berkelanjutan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, delegasi Jepang meninjau secara langsung Laboratorium Arsitektur dan Laboratorium Teknik Sipil Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI) UPI untuk melihat kesiapan fasilitas praktikum dan kualitas pembelajaran mahasiswa. (DN)