
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan sivitas akademika, termasuk jajaran pimpinan universitas. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi para pimpinan UPI yang menjadi momentum penting untuk mengetahui dan memantau kondisi kesehatan pimpinan.
Kepala UPT Poliklinik UPI, dr. Setyo Wahju Wibowo, M.Kes., menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan tersebut telah dilaksanakan dengan jumlah data pemeriksaan mencapai 68 data. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UPI untuk memastikan kondisi kesehatan para pimpinan, terutama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab strategis universitas.
“Alhamdulillah dilaksanakan medical check-up untuk pimpinan dan disampaikan kepada Pak Rektor. Alhamdulillah 68 data kita dilaksanakan hari ini,” ujar dr. Setyo Wahju Wibowo.
Menurutnya, kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut memiliki arti penting karena dapat menjadi momentum untuk melihat kondisi kesehatan para pimpinan secara lebih komprehensif. Hal ini dinilai penting mengingat pimpinan universitas memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat dalam membawa UPI menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Selain penguatan pemeriksaan kesehatan, UPT Poliklinik UPI juga terus mempersiapkan pengembangan layanan kesehatan melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Setelah melalui proses selama kurang lebih dua tahun, UPI telah memenuhi persyaratan untuk menjalin kerja sama tersebut.
“Dengan proses dua tahun ini kita memenuhi syarat untuk kerja sama dengan BPJS,” ungkap dr. Setyo. Ia berharap kerja sama tersebut dapat segera direalisasikan dan menjadi momentum untuk menyampaikan pengembangan kepesertaan BPJS bagi mahasiswa melalui layanan poliklinik UPI.
Pengembangan kerja sama dengan BPJS diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas dan cakupan layanan kesehatan di lingkungan UPI. Kepesertaan BPJS tidak hanya mendukung layanan kesehatan yang bersifat kuratif, tetapi juga dapat menunjang pendekatan kesehatan yang lebih menyeluruh.

Dr. Setyo menjelaskan bahwa BPJS dapat menunjang pengembangan layanan kesehatan mulai dari aspek promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif. Dengan demikian, layanan kesehatan di UPI diharapkan tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga mendorong upaya menjaga dan meningkatkan kesehatan sejak dini.
“Dengan kepesertaan BPJS ini sangat menunjang terhadap pengembangan layanan. Bukan hanya kuratif, karena BPJS itu menggabungkan juga bagaimana promotifnya, sampai kuratif kemudian rehabilitatif,” jelasnya.
Lebih lanjut, pengembangan layanan tersebut diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan dukungan dari kepesertaan BPJS. Hal ini menjadi bagian dari langkah UPI dalam membangun ekosistem layanan kesehatan yang semakin terpadu dan mampu memenuhi kebutuhan sivitas akademika.
“Hal itu bisa dikembangkan dari dana kepesertaan BPJS tadi,” tambah dr. Setyo.
Melalui pemeriksaan kesehatan pimpinan serta persiapan kerja sama dengan BPJS, UPI menunjukkan komitmennya untuk menempatkan aspek kesehatan sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung keberlangsungan pelaksanaan tugas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kelembagaan.
Ke depan, penguatan pelayanan kesehatan di lingkungan UPI diharapkan dapat memberikan akses pelayanan yang semakin optimal bagi sivitas akademika sekaligus mendorong terciptanya lingkungan universitas yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. (RI)

