
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kesehatan dan kebugaran para pimpinan sekaligus meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi sivitas akademika. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan Medical Check-Up (MCU) bagi para pimpinan UPI yang bekerja sama antara Poliklinik UPI dan Pramitha yang dilaksanakan di Gedung Poliklinik UPI Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Rabu (12/8/2026).
Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., mengatakan bahwa kegiatan Medical Check-Up tersebut ditujukan bagi para pimpinan, mulai dari rektor hingga pimpinan pada tingkat unit. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UPI untuk memastikan para pimpinan memiliki kondisi kesehatan yang baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Tujuan dari kegiatan MCU ini adalah untuk menjaga kebugaran dan kesehatan para pimpinan. Para pimpinan memegang peranan kunci karena tugas-tugas yang dilaksanakan setiap hari cukup berat dan persoalannya banyak. Karena itu, para pimpinan perlu memiliki kesehatan fisik dan mental yang prima,” ujar Prof. Didi.
Menurutnya, pemantauan kondisi kesehatan secara berkala merupakan salah satu langkah penting untuk mencapai tingkat kesehatan yang prima. Melalui kegiatan Medical Check-Up, kondisi kesehatan dapat diketahui berdasarkan sejumlah parameter yang diperiksa.
Dalam kegiatan tersebut, pemeriksaan mencakup antara lain pemeriksaan darah, urine, dada, serta jantung. Hasil pemeriksaan tersebut tidak hanya memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan masing-masing individu, tetapi juga menjadi dasar untuk memperoleh edukasi mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan.
“Dengan mengecek itu, kita bisa memperoleh parameter-parameter kesehatan kita, sekaligus kita juga diedukasi terkait bagaimana cara menindaklanjutinya,” jelasnya.

Edukasi tersebut mencakup berbagai aspek kebiasaan hidup sehari-hari, mulai dari pola makan, pola tidur, kebiasaan bergerak, hingga aktivitas atau latihan fisik yang dapat dilakukan untuk menjaga kebugaran.
Prof. Didi berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan para pimpinan sehingga mampu mendukung produktivitas dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kita akan makin sehat dan makin produktif dalam menjalankan tugas sehari-hari,” tuturnya.
Selain pelaksanaan Medical Check-Up, UPI juga terus mendorong penguatan fungsi Poliklinik UPI agar dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih luas, termasuk melayani pasien peserta BPJS Kesehatan.
Prof. Didi menjelaskan bahwa proses menuju layanan BPJS tersebut telah ditempuh selama beberapa tahun. Saat ini, prosesnya telah mendekati tahap akhir, dengan persiapan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UPI dan BPJS yang sedang dilakukan.
“Perjalanannya sudah kita lakukan beberapa tahun yang lalu. Alhamdulillah, tinggal PKS antara kita dengan BPJS yang sedang disiapkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat itu bisa kita selesaikan,” ungkapnya.
Apabila kerja sama tersebut telah terealisasi, Poliklinik UPI diharapkan dapat menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang memberikan kemudahan akses bagi mahasiswa UPI yang membutuhkan layanan kesehatan.
Keberadaan layanan tersebut dinilai akan memberikan manfaat khususnya bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah. Mahasiswa tidak perlu kembali ke daerah asalnya hanya untuk memperoleh layanan kesehatan atau melakukan proses rujukan.
“Dengan kondisi yang seperti itu, UPI bisa melayani pasien BPJS, maka mahasiswa UPI yang membutuhkan layanan kesehatan tidak perlu ke daerah atau tidak perlu ke puskes masing-masing,” jelas Prof. Didi.
Ia memberikan gambaran bahwa mahasiswa yang berasal dari daerah seperti Majalengka dapat memperoleh pelayanan kesehatan di Poliklinik UPI tanpa harus pulang ke daerah asal. Dengan demikian, proses rujukan dapat dilakukan melalui fasilitas kesehatan yang berada di lingkungan UPI.
Kemudahan tersebut juga akan memberikan efisiensi dari sisi waktu dan biaya. Apabila mahasiswa membutuhkan layanan lanjutan, mereka dapat memperoleh rujukan ke rumah sakit terdekat yang berada di sekitar kampus.

“Kalau mereka mendapat layanan di sini, kemudian diperlukan rujukan, dia bisa dirujuk ke rumah sakit terdekat yang ada di sekitar kita. Itu tentu tidak membutuhkan ongkos untuk pulang kampung, kemudian tidak juga membutuhkan waktu lama untuk memperoleh layanan dari petugas kesehatan terkait,” pungkasnya.
Melalui penguatan pelayanan kesehatan tersebut, UPI menunjukkan komitmennya untuk membangun lingkungan perguruan tinggi yang tidak hanya mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan sivitas akademika. (RI)

