Bandung, UPI

Indonesia STEM Creativity Competition (ISTEMCC) 2026 resmi dibuka di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Minggu (16/8). Kompetisi STEM tingkat nasional ini menjadi ruang bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan pemecahan masalah melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Pembukaan ISTEMCC 2026 dihadiri jajaran pimpinan UPI, perwakilan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), para juri, panitia, pendamping, dan peserta finalis dari berbagai daerah di Indonesia. Rangkaian sambutan disampaikan oleh Ketua Pusat Unggulan STEM Education Creativity UPI, Irma Rahma Suwarma, Ph.D.; Direktur Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Science Techno Park UPI, Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si.; Kepala Bidang Pengembangan Talenta, Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal, Kemendikdasmen, Retno Juni Rochmaningsih, S.Sos.; serta Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., yang sekaligus membuka ISTEMCC 2026 secara resmi.

Mengusung tema “Explore AI in life”, ISTEMCC 2026 menjadi bagian dari upaya pembinaan talenta STEM sekaligus ajang seleksi peserta untuk mewakili Indonesia pada 19th International Mathematical and Science Creativity Competition (IMSCC) 2026 di Korea Selatan. Kompetisi berbasis 4D Frame ini telah diselenggarakan sejak 2022 dan terus berkembang sebagai wadah bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas serta menghasilkan karya inovatif berbasis STEM.

Antusiasme peserta terlihat dari proses seleksi ISTEMCC 2026. Dari 142 tim yang mendaftar, sebanyak 107 tim berhasil lolos tahap kualifikasi dan 70 tim melaju ke babak final. Pada tahap final, tercatat 265 peserta dari 13 provinsi di Indonesia yang mengikuti kompetisi.

Peserta ISTEMCC 2026 berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, mahasiswa sarjana dan pascasarjana, hingga guru. Kompetisi tahun ini menghadirkan sejumlah kategori yang memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan gagasan dan karya melalui pendekatan STEM.

Dalam laporan kegiatan, Irma Rahma Suwarma, Ph.D. menyampaikan perkembangan ISTEMCC sejak pertama kali diselenggarakan. Menurutnya, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk memperoleh prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan talenta bagi para peserta.

“ISTEMCC ini sejak pertama kali diselenggarakan terus mengalami perkembangan. Kami melihat bahwa kompetisi ini bukan hanya sekadar ajang untuk memperoleh prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan talenta bagi para peserta,” ujar Irma.

Melalui ISTEMCC, peserta didorong untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi sekaligus menghasilkan karya berbasis STEM. Proses tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar yang diharapkan dapat mendukung perkembangan peserta, tidak hanya selama kompetisi tetapi juga dalam perjalanan akademik dan pengembangan potensinya ke depan.

Capaian pada penyelenggaraan sebelumnya turut memperlihatkan keberlanjutan proses pembinaan tersebut. Pada ISTEMCC 2025, sekitar 90 persen pemenang berhasil melanjutkan prestasinya ke ajang IMSCC dan meraih 20 medali, yang terdiri atas medali emas, perak, dan perunggu.

“Capaian tersebut tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas ISTEMCC. Kami berharap kompetisi ini dapat menjadi salah satu wadah pembinaan talenta STEM yang berkelanjutan dan mampu melahirkan peserta-peserta yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kreativitas, kemampuan inovasi, dan karya yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ungkap Irma.

Pembukaan ISTEMCC 2026 turut dihadiri para juri yang terlibat dalam proses penilaian karya finalis. Para juri tersebut antara lain Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si., Prof. Dr. Riandi, M.Si., Prof. Dr. Elah Nurlaelah, M.Si., Dr. rer. nat. Omay Sumarna, M.Si., Erna Piantari, M.T., dan Alfiansah Sandion, M.Pd. Kehadiran para juri dari berbagai latar belakang keilmuan mendukung proses penilaian karya peserta dalam babak final ISTEMCC 2026.

Dukungan terhadap pengembangan talenta dan inovasi STEM juga disampaikan oleh Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si., Direktur Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Science Techno Park UPI. Kehadiran unsur inovasi, hilirisasi, dan science techno park menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan gagasan dan karya inovatif yang dihasilkan melalui kegiatan berbasis STEM.

Sementara itu, Retno Juni Rochmaningsih, S.Sos., Kepala Bidang Pengembangan Talenta, Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal, Kemendikdasmen, turut memberikan sambutan dalam pembukaan ISTEMCC 2026. ISTEMCC telah memperoleh pengakuan dari Pusat Prestasi Nasional sejak 2023 dan menjadi bagian dari upaya menjaring serta membina talenta berprestasi di bidang STEM.

Pengakuan tersebut memberikan nilai tambah bagi peserta, khususnya dalam membangun rekam prestasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan pada jenjang berikutnya maupun berbagai kepentingan akademik lainnya. Di sisi lain, capaian peserta melalui ISTEMCC turut berkontribusi terhadap prestasi dan reputasi UPI dalam pengembangan talenta muda.

Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan sambutan Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya STEM sebagai salah satu fondasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia serta kemampuan dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi.

“Kita menyadari bahwa STEM merupakan salah satu pondasi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia serta kemampuan negara tersebut dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi.”

Rektor mencontohkan Singapura, Jepang, Hong Kong, dan Tiongkok sebagai negara atau wilayah yang berkembang pesat melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun tidak memiliki sumber daya alam sebesar Indonesia, negara-negara tersebut mampu mendorong pertumbuhan dan kemajuan melalui sumber daya manusia yang unggul serta kemampuan teknologi yang kuat.

“Kita tidak cukup hanya memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi harus mampu mengembangkan sumber daya manusia yang unggul dan menguasai teknologi.”

Karena itu, Rektor berharap kegiatan seperti ISTEMCC tidak berhenti sebagai ajang untuk memperoleh prestasi. Kompetisi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan berpikir, berinovasi, berkolaborasi, dan menghasilkan solusi melalui pendekatan STEM.

“Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi para peserta untuk mengembangkan kemampuan berpikir, berinovasi, berkolaborasi, dan menciptakan solusi melalui pendekatan STEM.”

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung perkembangan pendidikan STEM agar generasi muda tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan dan mengembangkan teknologi bagi kemajuan bangsa.

Setelah menyampaikan sambutannya, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A. secara resmi membuka ISTEMCC 2026. Pembukaan tersebut menandai dimulainya babak final yang mempertemukan 70 tim terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi para finalis, babak final ISTEMCC 2026 bukan hanya menjadi kesempatan untuk memperebutkan prestasi, tetapi juga ruang untuk menunjukkan gagasan, kreativitas, dan karya yang telah mereka kembangkan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan talenta muda yang kreatif, inovatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melalui ISTEMCC 2026, UPI bersama para mitra terus mendorong penguatan ekosistem pendidikan STEM dan pembinaan talenta muda Indonesia. Dari kompetisi di tingkat nasional, para peserta diharapkan mampu melanjutkan perjalanan prestasinya ke tingkat internasional sekaligus tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi dan inovasi bagi kemajuan bangsa. (Irma Rahma Suwarma)