
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengawali Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKAKU) 2026 dengan mengajak mahasiswa baru membangun visi, karakter, kompetensi, dan kepedulian sosial sebagai bekal menjalani kehidupan akademik. Kegiatan yang mengusung tema “Reorientasi Kehidupan Akademik sebagai Strategi Pengembangan Identitas Mahasiswa dalam Membangun Peradaban Bangsa” tersebut dibuka di Gedung Gymnasium UPI, Selasa (18/8/2026).
MOKAKU UPI 2026 MOKAKU merupakan proses pengenalan kehidupan perguruan tinggi sekaligus pembinaan mahasiswa sebelum memulai perkuliahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diperkenalkan dengan sistem akademik, sarana dan prasarana, organisasi kemahasiswaan, serta lingkungan belajar di UPI. Kegiatan ini akan berlangsung pada dari tanggal 18–21 Agustus 2026 dan diikuti 13.860 mahasiswa baru dari berbagai fakultas dan jenjang pendidikan, mulai dari D4, profesi, S1, S2, hingga S3. Peserta juga berasal dari Kampus UPI di Cibiru, Sumedang, Purwakarta, Tasikmalaya, dan Serang.
Dalam sambutannya, Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., mengatakan mahasiswa tidak seharusnya memandang status sebagai mahasiswa hanya sebagai kebanggaan, tetapi juga sebagai amanah dan tanggung jawab. Menurutnya, kehidupan akademik harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan, karakter, jejaring, dan kemampuan memberikan kontribusi.
“Saudara datang untuk memperoleh pengetahuan, membangun karakter, membangun jejaring, dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari perubahan,” ujar Prof. Didi.
Rektor menyampaikan tiga pesan kepada mahasiswa baru, yaitu memiliki visi dan cita-cita besar, menjadikan setiap proses sebagai kesempatan untuk bertumbuh, serta menjadi mahasiswa yang memberikan dampak. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan dan integritas akademik.

“Gunakan teknologi untuk memperkuat kemampuan berpikir dan berkarya, bukan untuk menggantikan proses belajar,” katanya.
Pada pembukaan MOKAKU 2026, Wakil Ketua DPR RI, Dr. Cucun Ahmad Syamsurijal, S.Ag., M.A.P., didapuk untuk menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Memperkuat Jati Diri Mahasiswa melalui Kehidupan Berbangsa, Bernegara, dan Kesadaran Bela Negara.”
Dalam keterangannya kepada awak media, Dr. Cucun Ahmad menilai mahasiswa UPI memiliki posisi penting dalam pengembangan pendidikan Indonesia. Ia juga mendorong UPI untuk terus berkontribusi dalam memberikan masukan terhadap kebijakan pendidikan nasional, termasuk dalam pembahasan kebutuhan dan tata kelola tenaga pendidik.
Melalui MOKAKU, UPI mengarahkan mahasiswa baru untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun integritas, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, dan kepedulian terhadap masyarakat. Rektor menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa nantinya tidak hanya diukur melalui nilai dan gelar, tetapi juga melalui karakter, karya, serta manfaat yang diberikan kepada orang lain. (RK/RI/DN)

