Bandung, UPI

Penguatan literasi bencana melalui kurikulum pendidikan menjadi strategi krusial dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi ancaman bencana alam. Isu ini mengemuka dalam Seminar Internasional yang digelar Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Pascasarjana UPI di Gedung Achmad Sanusi, Kampus UPI Bandung, 20–21 Agustus 2026.

Hadir sebagai pembicara utama, Prof. Yayoi Kodama dari Kitakyushu University, Jepang, memaparkan fenomena “Kamaishi Miracle”—peristiwa bersejarah saat gempa 9,0 magnitudo dan tsunami menerjang Kota Kamaishi, Prefektur Iwate, pada 11 Maret 2011 lalu.

Di tengah kehancuran ribuan bangunan dan korban jiwa yang mencapai 18.400 orang, mayoritas siswa sekolah dasar dan menengah di kota tersebut berhasil menyelamatkan diri dari kepungan gelombang tsunami.

“Peristiwa itu bukan sekadar keajaiban, melainkan hasil dari pendidikan kesiapsiagaan bencana yang diberikan secara konsisten. Anak-anak dibekali pengetahuan, disiplin, dan keberanian mengambil keputusan kritis tanpa menunggu instruksi orang dewasa,” jelas Prof. Kodama.

Saat tsunami menghantam, para siswa di Kamaishi menerapkan prinsip dasar yang telah dipelajari di sekolah: segera berlari ke tempat lebih tinggi, tidak kembali untuk mengambil barang, dan tidak berasumsi aman meski gelombang pertama telah surut. Keterampilan ini bahkan membuat para siswa mampu menuntun adik kelas dan warga sekitar menuju zona aman.

Prof. Kodama menekankan bahwa simulasi serta edukasi kebencanaan di Jepang secara periodik menanamkan lima pilar utama kepada generasi muda diantaranya, Ketangguhan (Resilience) mengembangkan mental pantang menyerah di situasi krisis. Kesiagaan (Preparedness) kesiapan infrastruktur dan jalur evakuasi. Kesadaran Risiko (Risk Awareness) memahami potensi bahaya di lingkungan sekitar. Pengurangan Risiko (Risk Reduction) tindakan mitigasi untuk meminimalkan dampak. Serta Tanggap Bersama (Collective Response) keterampilan bergotong-royong saat proses evakuasi.

Guna memperkuat literasi bencana di Indonesia, seminar bertajuk “Strengthening Disaster Literacy through Curriculum” ini menghadirkan empat pakar dari Kitakyushu University, yakni Prof. Yayoi Kodama, Prof. Fumitoshi Mura, Prof. Hiroyuki Miyake, dan Indriyani Rachman, Ph.D.

Melalui seminar dua hari ini, PPG SPs UPI mendorong pengintegrasian materi mitigasi bencana ke dalam kurikulum sekolah. Langkah ini dinilai strategis untuk melatih daya tanggap peserta didik sejak dini sehingga dapat meminimalkan kepanikan dan risiko korban jiwa saat bencana terjadi. (Dinn Wahyudin/DN)