
Bandung, UPI
Sebanyak 420 calon peserta mengikuti proses seleksi tertulis dan wawancara Program SMK Go Global Batch I Tahun 2026 yang digelar UPI Migrant Center bekerja sama dengan BP3MI Jawa Barat di Kampus UPI Bandung, 19–21 Agustus 2026. Seleksi ini dilakukan untuk menyaring tenaga kerja muda yang siap mengikuti pelatihan intensif dan sertifikasi internasional.
SMK Go Global merupakan program direktif prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dikelola oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI). Program ini dirancang untuk menjembatani lulusan vokasi muda Indonesia menuju pasar kerja formal global.
Kepala UPI Migrant Center, Didin Samsudin, menegaskan bahwa tahapan seleksi ketat ini bertujuan memastikan komitmen dan kesiapan mental para peserta sebelum dikirim ke luar negeri.
“Proses seleksi ini memiliki peranan penting untuk memastikan peserta yang lolos adalah mereka yang memiliki motivasi kuat, siap mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan sertifikasi, serta bersedia ditempatkan di luar negeri—tidak hanya sekadar mengikuti diklat,” tegas Didin.

Pada Batch I Tahun 2026, UPI Migrant Center memperoleh kuota 420 peserta diklat yang terbagi dalam lima program kompetensi, yaitu Pelatihan dan Sertifikasi Bahasa Jepang; Pelatihan dan Sertifikasi Bahasa Korea; Pelatihan dan Sertifikasi Teknis Housekeeping serta Bahasa Inggris; Pelatihan dan Sertifikasi Teknis Nursing Home serta Bahasa Inggris; serta Pelatihan dan Sertifikasi Teknis Elderly Caretaker serta Bahasa Inggris.
Rangkaian seleksi tiga hari ini menggabungkan tes tertulis untuk mengukur pemahaman dasar serta wawancara guna mendalami komitmen dan motivasi peserta.
Melalui kolaborasi antara kebijakan pemerintah, lembaga pendidikan tinggi, dan balai perlindungan pekerja migran ini, UPI Migrant Center berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mahir berbahasa asing dan bersertifikasi resmi di tingkat internasional. (DN)

