Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus mendorong pengembangan fasilitas pendidikan yang mampu memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sekaligus memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di kampus dengan kebutuhan dunia industri yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Gazali Soerianatasoedjana Lt. 1 Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Kamis (27/8/2026)

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., dalam penandatanganan nota kerja sama dengan PT Valeri Evas Nusantara. Kerja sama yang dilakukan oleh kedua pihak meliputi pengembangan fasilitas laboratorium di lingkungan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI) UPI. Pengembangan tersebut diarahkan agar fasilitas laboratorium tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengenal aktivitas dan lingkungan kerja yang sesungguhnya.

Prof. Agus menjelaskan bahwa fasilitas yang dikembangkan memiliki orientasi utama sebagai fasilitas pendidikan. Meskipun dalam pelaksanaannya terdapat aktivitas yang beririsan dengan kegiatan layanan atau bisnis, aspek pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

“Fokus kita yang paling utama adalah untuk fasilitas pendidikan,” demikian penekanannya. Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh technical skill dan pengetahuan sesuai bidang keilmuannya, tetapi juga mendapatkan pengalaman tambahan sebagaimana yang mereka temui di lingkungan industri.

Menurutnya, konsep tersebut menjadi penting karena pembelajaran mahasiswa perlu dikembangkan secara lebih komprehensif. Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori dan keterampilan teknis di lingkungan kampus, tetapi juga perlu memperoleh pengalaman praktik yang mencerminkan kondisi dunia kerja.

Dalam konteks bidang otomotif, misalnya, fasilitas pendidikan dapat menghadirkan aktivitas yang menyerupai lingkungan bengkel di luar kampus. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami proses kerja secara lebih nyata, sekaligus belajar mengenai standar, layanan, dan dinamika yang terdapat di industri.

Prof. Agus menegaskan bahwa setiap pihak yang nantinya terlibat dalam pengelolaan fasilitas tersebut perlu menempatkan kepentingan pendidikan sebagai prioritas. Tujuannya adalah memberikan pengalaman yang lebih kompleks kepada mahasiswa sehingga mereka memiliki bekal yang lebih kuat ketika memasuki dunia kerja.

Pengembangan fasilitas pendidikan tersebut juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai mitra industri. Kehadiran mitra diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa melalui keterlibatan dalam aktivitas pembelajaran maupun pengembangan keterampilan sesuai kebutuhan masing-masing bidang industri.

Prof. Agus menyampaikan bahwa mitra yang terlibat dapat membawa keahlian dan pengalaman industri ke lingkungan kampus. Bahkan, terdapat peluang untuk menghadirkan berbagai merek kendaraan listrik maupun mitra lain yang memiliki kompetensi spesifik di bidangnya.

“Kesempatan yang sangat berharga” tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat terbesar bagi mahasiswa. Menurut Prof. Agus, berbagai dampak positif lain yang mungkin muncul dari kerja sama tersebut merupakan bagian lanjutan, sementara manfaat utama yang harus dirasakan adalah peningkatan kompetensi dan pengalaman mahasiswa.

Lebih jauh, UPI juga mendorong agar kerja sama dengan mitra industri tidak berhenti pada penyediaan pengalaman praktik. Mitra diharapkan dapat berkontribusi dalam menghadirkan pelatihan keterampilan dan, jika memungkinkan, sertifikasi kompetensi untuk keterampilan tertentu.

Pada kesempatan yang sama Direktur PT Valeri Evas Nusantara, Akhmad Zafitra Dalie, menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan UPI. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi langkah penting untuk menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

“Bagi kami, ini luar biasa karena selama ini kami bekerja sama dengan perusahaan di bidang bisnis, dan kali ini kami bisa bekerja sama dengan salah satu universitas negeri yang ada di Indonesia,” ujar Akhmad dalam sambutannya.

Ia menilai TEFA memiliki posisi strategis sebagai jembatan untuk memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Melalui TEFA, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung lebih dekat dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, khususnya di sektor otomotif.

“Kami memang ingin sekali berkembang dan bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk mewujudkan transfer teknologi yang kami harapkan. Saat ini banyak perubahan, khususnya perubahan digital. Industri tidak bisa berjalan sendiri, demikian juga pendidikan dan riset,” ungkapnya.

Akhmad menjelaskan, PT Valeri Evas Nusantara dan jejaring industrinya memiliki komitmen untuk mendukung pengembangan TEFA di lingkungan pendidikan. Bahkan, sejumlah pihak dari industri otomotif telah menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi, termasuk memberikan pelatihan kepada peserta didik.

Menurutnya, dukungan industri tersebut menjadi peluang penting agar peserta didik dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang sesuai dengan perkembangan teknologi otomotif. Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah kendaraan listrik(electric vehicle/EV) beserta metode dan teknologi pendukungnya.

“Misalnya EV saat ini. Mereka akan memberikan training dengan segala metode dan teknologi. Kalau teknologi itu bisa dimiliki juga oleh TEFA, tentunya akan luar biasa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Akhmad menekankan bahwa TEFA tidak semestinya diarahkan semata-mata sebagai unit bisnis. Esensi utama TEFA, menurutnya, adalah pembelajaran dan transfer teknologi yang mempertemukan kepentingan pendidikan dengan kebutuhan industri.

“TEFA itu adalah konsep pembelajaran, bukan konsep bisnis,” tutupnya.

Melalui penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri, UPI berkomitmen menghadirkan ekosistem pembelajaran yang semakin relevan dengan perkembangan kebutuhan profesional. Pengalaman praktik, keterampilan teknis, jejaring industri, hingga sertifikasi kompetensi diharapkan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang adaptif dan siap berkontribusi di dunia kerja. (RI/DN)